Advertorial

Serba-serbi Bisnis Kuliner Madame Ching, Pemilik Resto Cali Deli

Kompas.com - 18/10/2017, 17:00 WIB

Pernah mencicipi sandwich di restoran Cali Deli? Jika sudah, Anda perlu kenal dengan pemilik restonya. Adalah Ivana Sumampow atau yang akrab disapa Madame Ching, perempuan di balik kreasi sandwich dengan sentuhan cita rasa Vietnam ini.

Pada artikel sebelumnya, Madame Ching bercerita bagaimana awal mulanya ia membangun restoran Cali Deli dan menjadikan sandwich sebagai menu utamanya. Kegemarannya pada dunia kuliner membuat ia tekun belajar membuat roti dan akhirnya sukses menjalankan bisnis restoran Cali Deli dan Madame Ching.

Ia pun berkisah, sebenarnya kecintaannya terhadap dunia kuliner telah terjadi sejak ia remaja. Saat menginjak usia 14 tahun ia mulai mencoba-coba bisnis kulinernya dengan membuat es mambo rasa rujak dan nanas. Ia kemudian menjualnya di Pasar Pleret. Hasilnya lumayan. Dalam satu hari, dia bisa menjual es mambo sekitar tiga hingga empat termos.

“Saudara saya banyak mencapai sembilan orang, sehingga harus mandiri mencari uang saku sendiri,” tutur dia.

Pengalaman bisnis kulinernya berlanjut pada tahun 1984. Ia merintis restoran Bakmi Keriting Permata di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan.

Semula, perempuan kelahiran Solo, Jawa Tengah itu hanya ingin menyalurkan hobi masak serta mengisi waktu luang saja. Tak heran jika kemudian dia memasak sendiri pesanan mie serta turun langsung untuk melayani pembeli. “Bisnis itu saya rintis bersama kakak saya,” tutur perempuan yang kini menjadi nasabah BCA Prioritas ini.

Bisnis itu juga sukses dan kini memiliki delapan cabang Bakmi Keriting Permata. Jumlah cabang itu memang berkurang dibandingkan sebelumnya yang berkisar 11 cabang. Penyebabnya bermacam-macam, namun mayoritas disebabkan oleh sewa tempat dengan pusat perbelanjaan atau gedung perkantoran yang telah habis.

“Bakmi Keriting kemudian dipegang oleh kakak saya sejak tahun 2006 dan saya membuka Cali Deli,” kata Madame Ching. 

Ke depan, dia ingin membuat restoran lainnya dengan menu yang sama seperti Cali Deli, namun menggunakan daging babi. Madame Ching mengaku memililih daging babi karena lebih manis dan juicy dibandingkan daging lainnya. Rencananya, restoran akan dibuka pada tahun ini di Jakarta.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau