Advertorial

Ini Tipe Hunian yang Paling Dicari oleh Generasi Muda

Kompas.com - 19/10/2017, 17:00 WIB

Generasi millenial dikenal dengan trennya yang suka pelesiran. Namun semakin bertambahnya usia, sekarang banyak juga millenial yang menjadikan membeli rumah sebagai targetnya. Ini banyak terjadi pada millenial baik yang sudah menikah maupun akan menikah.

Hal ini terbukti dari banyaknya milenial yang rajin mencari tahu informasi hunian di laman portal properti. Managing Director Lamudi Indonesia Mart Polman menyebutkan bahwa pada sepanjang tahun 2016 mayoritas pengunjung laman portal propertinya adalah millenial. Sebanyak 41,97 persen pengunjung berusia 24-25 tahun, kemudian sebanyak 21,9% persen berusia 18-24 tahun.

Dari pencarian mereka, Mart menemukan jenis hunian yang paling banyak dicari millenial.

Hunian tipe kecil

Seperti dikutip Bisnis Indonesia, millenial menyukai hunian kecil dengan ukuran 27-32 meter persegi. Salah satu alasannya adalah karena anggota keluarga mereka belum terlalu banyak dan kondisi keuangan masih relatif terbatas.

hunian dengan perkakas praktis

Millenial juga identik dengan kepraktisan dan efisiensi dalam menjalani hidup. Sebuah rumah yang mengakomodir beberapa fasilitas ini juga menjadi pilihan mereka.

akses internet baik

Sebagian besar millenial tak bisa hidup tanpa internet. Karena itu, jaringan internet yang stabil menjadi salah satu pertimbangan mereka.

Aksesibilitas hunian

Pada umumnya, millenial tak mempersoalkan kawasan kota atau pinggiran. Selama koneksi transportasi umum baik, lokasi menjadi tidak masalah bagi millenial

Rentang harga

Rentang harga paling pas bagi millenial adalah Rp300-500 jutaan. "Hunian rumah tapak di Bekasi dan Tangerang selalu berada di kisaran harga Rp100-500 juta," sebut Mart.

Masih mengutip Bisnis, Country General Manager Rumah 123 Ignatius Untung sepakat bahwa millenial adalah pembeli potensial. Pada semester satu 2017 lalu, tren pengajuan KPR naik 64,95 persen dibanding periode periode sama tahun lalu.

Menariknya pengajuan KPR ini didominasi mereka yang berusia 30-39 tahun, yaitu sebanyak 46,8 persen. Rata-rata gaji mereka adalah Rp 5-9 juta per bulan.

"Dengan gaji ini, plafon terbesar yang dicari adalah rumah dengan harga maksimal Rp250 juta," sebut Ignatius.

Untuk wilayah hunian favorit, data Ignatius mengungkap, Bintaro adalah kawasan paling banyak dicari. Setelah itu, Kelapa Gading, Bumi Serpong Damai, Cibubur, Cinere dan Pantai Indah Kapuk.

Sumber: smart-money.co

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau