Sorot

Tak Perlu Jauh-jauh ke Eropa, Nikmati Pertunjukan Musik Klasik di Sini

Kompas.com - 24/10/2017, 17:03 WIB

KompasProperti - Bisnis pertunjukan atau yang dikenal dengan istilah showbiz sampai sekarang masih terus bergerak dengan menyuguhkan pergelaran menarik. Para penyelenggara acara (event organizer) berlomba-lomba menghadirkan artis musik baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Tercatat sejumlah artis asing yang datang ke Indonesia pada tahun 2017, antara lain Air Supply dari Australia; Shane Filan, artis Irlandia yang juga mantan personel boysband Westlife; disc Jockey asal Belanda, Armin van Buuren; Far East Movement dari Amerika Serikat; serta dua anggota SNSD, Taeyeon dan Hyoyeon, artis Korea Selatan yang datang untuk memeriahkan acara hitung mundur menuju Asian Games 2018 di Jakarta.

Begitu pun pertunjukan musik klasik yang walaupun penggemarnya relatif terbatas, tapi secara konsisten masih terus eksis sampai sekarang.

Sebagai contoh, Pusat Bahasa dan Kebudayaan Indonesia-Belanda bekerja sama dengan salah satu kampus di Surabaya menyelenggarakan konser musik klasik di Surabaya pada Juli lalu.

Baca: Dua Musisi Kelas Dunia Bakal Tampil di Konser Musik Klasik Kota Ambon

Konser ini menghadirkan dua artis berkebangsaan Belanda, yaitu Mark Lippe (pianis) dan Hartini van Rijssel (violinis).

Ada juga pertunjukan yang mendatangkan kelompok orkestra dari China pada April 2016 yang diselenggarakan di suatu gedung daerah Kemayoran, Jakarta.

Untuk mendukung kegiatan itu, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) membuat komunitas musik klasik melalui Jakarta City Philharmonic (JCP) 2017. Pertunjukannya diadakan di Gedung Kesenian Jakarta.

Berbagai event itu menjadi bukti bahwa bisnis pertunjukan masih menggiurkan. Sebab, bidang usaha ini melibatkan banyak pihak, mulai dari para pemain musik, penata suara dan cahaya, perancang desain panggung, penyedia gedung pertunjukan, hingga event organizer.

Baca: Indonesia Diserbu Event Organizer Asing

Melihat besarnya peluang usaha itu, pengembang properti pun berminat untuk berkecimpung. Hal utama yang bisa dilakukan yaitu membangun gedung pertunjukan yang representatif dan sesuai dengan standar pertunjukan internasional.

Begitu pula dengan Lippo Group yang saat ini sedang membangun proyek apartemen dan kota mandiri Meikarta di Cikarang, Jawa Barat. Selain membangun hunian apartemen, Lippo juga berencana membuat gedung pertunjukan yang bisa menampung banyak orang.

Foto udara proyek kawasan Kota Baru Meikarta, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (4/9/2017). Pada tahap pertama, akan dibangun 200 ribu unit apartemen yang siap huni pada akhir tahun 2018.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Foto udara proyek kawasan Kota Baru Meikarta, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (4/9/2017). Pada tahap pertama, akan dibangun 200 ribu unit apartemen yang siap huni pada akhir tahun 2018.

“Nantinya akan dibangun gedung yang bisa untuk tempat pertemuan dan pertunjukan. Menurut rencana, daya tampung gedung itu lebih banyak dari gedung JCC di Jakarta,” ujar Presiden Direktur Meikarta Ketut Budi Wijaya saat menjabarkan rencananya pada Rabu (18/10/2017).

Menurut dia, Lippo Group melihat kesempatan besar yang bisa dikelola untuk mendukung bisnis pertunjukan, termasuk musik klasik. Salah satunya yaitu mendirikan hotel. Untuk itulah di Meikarta juga menurut rencanakan akan dibangun hotel berbintang lima dengan skala internasional.

“Sudah ada perjanjian yang kami buat dengan salah satu jaringan hotel bintang lima. Nantinya akan hadir di Meikarta,” katanya.

Keseriusan Lippo Group memandang potensi bisnis pertunjukan musik klasik ini juga karena di wilayah Meikarta nantinya akan didukung dengan enam infrastruktur penunjang, terutama untuk mengatasi masalah transportasi.

Baca: Simak Enam Infrastruktur Penting di Cikarang

“Makanya ada Bandara Kertajati sebagai bandara internasional. Ini proyek dari tahun 2015 dikerjakan untuk selesai dan targetnya 2018. Di utaranya, sekitar 60 kilometer dari Kertajati, ada Pelabuhan Patimban. Itu deep seaport, jadi kapal besar bisa merapat,” ujarnya.

Pemerintah juga tengah membangun elevated highway, yaitu jalan tol yang menghubungkan antara Jakarta dengan Karawang dan Cikarang.

Tersedia juga kereta ekspres Jakarta-Bandung yang jalur lintasnya dekat dengan Meikarta. Menurut rencana, jalur kereta itu bakal dikoneksi dengan monorel.

Pembangunan LRT juga sekarang sedang dikebut. Prediksinya pada akhir 2018 sudah beroperasi. “Jadi Meikarta bisa menunjang proyek-proyek strategis itu, infrastruktur yang dikerjakan pemerintah. Semuanya itu saling mendukung,” ujarnya.

Contoh Sky Bridge : Salah satu Sky Bridge sebagai penghubung stasiun LRT untuk kenyamanan penguna LRTBerry Subhan Putra/Kompas.com Contoh Sky Bridge : Salah satu Sky Bridge sebagai penghubung stasiun LRT untuk kenyamanan penguna LRT

Dukungan infrastruktur yang lengkap di sekeliling Meikarta itu akan mempermudah akses transportasi, termasuk mendukung potensi bisnis pertunjukan musik, baik musik klasik, pop, maupun jenis musik lainnya, untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Dengan demikian, para penggemar musik dari berbagai jenis tidak perlu jauh-jauh ke Eropa atau Amerika untuk bisa menikmati musik kesukaannya di tempat yang memadai.
 

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau