Advertorial

Akses Jalan Menuju Kawasan Wisata Mandeh Sumbar Rampung 2019

Kompas.com - 24/10/2017, 19:30 WIB
- --

Presiden Joko Widodo telah mencanangkan Kawasan Bahari Terpadu Mandeh sebagai tujuan wisata pantai di Sumatera Barat. Kawasan yang berada di Kabupaten Pesisir Selatan tersebut terkenal akan wisata bahari pantai dan terumbu karangnya dan kerap dibandingkan dengan Raja Ampat di Papua Barat.

Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga (DJBM) sejak tahun 2017 telah memulai program penanganan jalan akses wisata Mandeh sepanjang 41,181 km, menghubungkan  Teluk Kabung – Sungai Pisang – Sungai Nyalo – Mandeh – Carocok – Tarusan yang berada dalam wilayah administrasi Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan.

“DED (Detail Engenering Design) dan finalisasi anggaran biaya dilaksanakan di tahun 2016, dan diprogramkan selama 3 tahun sejak tahun anggaran (TA) 2017. Jalan sepanjang 41,181 km tersebut akan diselesaikan pada tahun 2019,” tutur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Painan – Kambang Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah III DJBM Kementerian PUPR Rahmat Donal (22/10)..

Rahmat mengatakan, di TA 2017 telah dianggarkan sebanyak Rp 100 miliar, dan telah terkontrak sebesar Rp 77 miliar untuk pengaspalan jalan sepanjang 15,6 km. Selanjutnya, untuk penanganan pada tahun 2018, DJBM Kementerian PUPR menganggarkan Rp 70 miliar, bahkan saat ini sedang dilakukan pembahasan untuk penambahan anggaran sebesar Rp 50  miliar.

Kondisi jalan menuju kawasan wisata Mandeh, saat ini memang telah tembus, namun belum sepenuhnya teraspal. Nantinya jalan akses sepanjang 41,181 km tersebut akan teraspal seluruhnya dengan lebar jalan 6 meter.

Penanganan juga termasuk menurunkan tanjakan yang curam. Salah satu titik lokasi, yaitu Puncak Paku pada KM 20+700 terdapat tanjakan yang akan diturunkan gradenya pada tahun ini. Saat ini gradenya mencapai 20 persen dan akan diturunkan hingga 15 persen untuk memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan.

-- -

Progres penanganan jalan akses saat ini telah mencapai 20 persen. Untuk mempercepat pengerjaan, Rahmat mengatakan telah menambah jumlah dumptruck untuk melakukan pengiriman material. Saat ini terdapat sisa lahan untuk jalan sepanjang 2,5 km, yang masih dalam proses pembebasan lahan oleh Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan. Saat ini dalam tahap proses peta bidang di Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan ditargetkan tahun ini sudah dapat diselesaikan.

Pengamat sekaligus Akademisi STIA LPPN Padang Haji Rimilton Riduan mengatakan sebelum dibukanya jalan akses menuju Kawasan Mandeh, jumlah kunjungan diperkirakan hanya 10 persen dari jumlah kunjungan wisata ke Sumatera Barat.

“Paling-paling wisatawan yang tahu saja dan menggunakan jalan yang dibangun masyarakat, namun ketika telah terbuka jalan kunjungan meningkat sampai 40 persen, diharapkan saat jalan sudah bagus dan teraspal, kunjungan wisatawan akan kembali meningkat,” tambah Rimilton.

Dirinya mengatakan dengan membuka akses jalan, maka Kawasan Bahari Terpadu Mandeh akan menjadi tujuan wisata utama selain Bukit Tinggi yang saat ini menjadi pilihan utama wisatawan di Sumatera Barat.

“Dengan jalan yang sudah ada saja sekarang sudah ramai, apalagi kalau jalan sudah bagus. Mudah-mudahan nanti dilengkapi sarana dan prasarana lainnya seperti rest area, agar wisatawan dapat berkumpul dan beristirahat,” tambah Rimilton. (*)