Advertorial

Ini Caranya Agar Bebas Utang Sejak Usia Muda

Kompas.com - 25/10/2017, 19:00 WIB

Untuk menyelesaikan masalah keuangan utang memang bisa menjadi solusi cepat. Apalagi bila utang tersebut sifatnya produktif bukan konsumtif. Namun tidak dapat dipungkiri memiliki utang memang bisa membuat seseorang hidup tidak tenang.

Sebenarnya, ada cara sederhana yang bisa kamu lakukan agar terhindar dari utang, bahkan sejak usia muda, yaitu dengan membuat perencanaan keuangan yang juga dilakukan sejak usia muda. Jangan menunda sehari pun untuk menabung dan investasi. Sebab, apa yang kamu lakukan di usia 20 tahunan akan memengaruhi kondisi keuangan di masa depan.

Untuk memastikan bahwa kamu hidup mapan ketika masuk usia 30 tahun, ada beberapa hal bisa kamu lakukan.

Perencanaan

Perencanaan yang baik adalah kunci penting sukses dalam mencapai tujuan keuangan. Bila kamu ingin membeli sesuatu dengan mencicil, lakukan pertimbangan matang. Hitung besar cicilan, bunga dan lama cicilan.

Jangan lupa susun dan buat skala prioritas untuk tiap cicilan dan utang secara rinci. Kamu harus disiplin membayar cicilan tiap bulan hingga utang lunas. Mulailah membayar utang yang terkecil sampai terbesar.

Buat batasan yang jelas

Ketika kamu berencana membebaskan diri dari utang jangan pernah menambah utang baru. Buat batasan yang jelas agar kamu tak jatuh ke dalam jebakan yang sama.

Bila kamu pernah terjebak utang kartu kredit, maka jangan bawa kartu kredit dalam dompet. Sebab dengan membawa kartu kredit ke mana pun kamu pergi akan memudahkanmu menggunakannya. Kamu bisa kembali hilang kendali.

Jadi, bawa saja uang tunai atau kartu debit. Demikian, kamu hanya akan belanja sesuai keuangan.

Siapkan dana darurat

Dana darurat sangat penting dalam pengelolaan keuangan. Bagi kamu masih bujang, besar dana darurat minimal tiga kali pengeluaran bulanan. Untuk yang sudah berkeluarga, besar dana darurat minimal enam kali pengeluaran bulanan.

Dana ini penting bila sewaktu-waktu terjadi kecelakaan, barang penting hilang, kebakaran rumah atau lainnya. Simpan dana darurat pada rekening terpisah namun tetap mudah dicairkan. Deposito atau reksa dana pasar uang bisa menjadi pilihan.

Hindari gaya hidup berlebihan

Saat mendapat kenaikan gaji biasanya konsumsi juga akan naik. Bila ini terjadi padamu, kamu harus sadar bahwa lambat laut kenaikan gaji yang kamu dapat terasa tidak pernah cukup.

Tak perlu iri pada gaya hidup orang lain. Tetaplah hidup sederhana. Bila selalu terpengaruh orang lain demi gengsi, kamu juga harus siap terperosok ke kubangan utang.

Maksimalkan pendapatan

Perbedaan besar orang sukses dan orang biasa adalah orang biasa selalu berpikir untuk berhemat dan orang sukses selalu berpikir cara menambah penghasilan. Tak ada salahnya mencoba menambah penghasilan dengan kerja paruh waktu.

Kemajuan teknologi memungkinkanmu punya pekerjaan paruh waktu. Setelah mendapatkannya, jangan ubah gaya hidupmu. Kamu akan terkejut pada berapa rupiah yang bisa kamu tabung dari pendapatan sampingan ini.

Buang anggaran non kebutuhan

Buat perincian tertulis untuk barang-barang atau kebutuhan yang tak kamu butuh. Menurut satu perencana keuangan, bila kamu tak membutuhkan satu barang dalam satu Minggu, artinya kamu tak terlalu butuh barang tersebut.

Setelah mengumpulkannya, kamu bisa menjualnya. Kamu bisa menjual pakaian bekas atau aksesori yang tak lagi terpakai. Hal itu akan membantu keuanganmu.

Sudah siap membebaskan diri dari utang?

Sumber: smart-money.co

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau