kabar mpr

Zulkifli Hasan Beberkan Kriteria Pemuda Zaman “Now”

Kompas.com - 29/10/2017, 21:56 WIB

Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan memanfaatkan momen acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Masjid Al-Hikmah UNM, Sabtu (28/10/2017) lalu, untuk mengungkapkan bahwa dirinya memiliki sejumlah harapan khusus kepada pemuda zaman sekarang atau yang belakangan ini kerap disebut dengan istilah “zaman now”. Adapun kriteria pemuda zaman now, yaitu harus mampu mempertahankan kedaulatan dan menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju. 

Oleh karena itu, demi mencapai tujuan tersebut, generasi muda harus mempersiapkan diri dari sekarang dan tidak lupa untuk mengasah kemampuan diri. Pemuda zaman now yang dimaksud adalah pemuda yang haus akan ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki daya juang tinggi, dan siap menjadi pemenang di masa mendatang.  

"Untuk menjadi pemuda zaman now yang tangguh, haruslah memiliki akar kebudayaan yang kuat. Kalian harus bangga dengan asal kalian, sehingga kokoh nasionalisme kalian dan memiliki daya juang tinggi," kata Zulkifli kepada 1.500 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UNM). 

Namun, kriteria tersebut juga harus ditopang dengan faktor keyakinan. Sebab, kemampuan menjalankan ajaran agama secara baik dan benar dapat membantu membangun bangsa ini secara utuh. 

"Menjalankan agama secara utuh adalah bukti nasionalisme, bukti bahwa kalian adalah pancasilais," ujar Zulkifli. 

Pesan penutup yang disampaikan Zulkifli Hasan adalah para pemuda harus terus mempertahankan persatuan bangsa. Perbedaan bukanlah hal yang patut dipermasalahkan, tetapi justru menjadi hal yang menyatukan seluruh pemuda. 

"Perbedaan suku, agama, dan ras sudah diselesaikan pada 18 Agustus 1945. Kita semua bersaudara apapun latar belakang suku kita. Sekarang waktunya kita merajut kembali Merah Putih dengan mempersiapkan generasi pemuda zaman now yang tangguh." tutur Zulkifli dengan tegas.

Perlu diketahui, kegiatan yang dilakukan di UNM ini merupakan sosialisasi pertama di Indonesia yang dilaksanakan di dalam masjid. Bahkan, acara diawali dengan salat berjamaah yang dipimpin langsung oleh Zulkifli. 

Selain Zulkifli, sosialisasi kali ini juga dihadiri oleh Riza Patria yang merupakan Sekjen IARMI sekaligus anggota DPR RI, Wakil Ketua Badan Legislatif DPR Totok Daryanto, para pengurus IARMI se-Indonesia, dan juga Gamal Albinsaid yang dikenal sebagai dokter muda inspiratif asal Malang. (MMS)

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau