Advertorial

Ini Kiat Sukses dari Pengusaha Hotel Muda Berusia 32 Tahun

Kompas.com - 02/11/2017, 17:00 WIB

Kerja keras selalu menjadi latar belakang dibalik orang yang berhasil mencapai kesuksesan di usia muda. Seperti Carmen Rossi, di usianya yang baru 32 tahun ia terbilang sukses menggeluti bisnis hotel dan restoran.

Dalam mengelola bisnis makanan-minuman, Carmen mengaku hal terpenting adalah menjaga, mempertahankan nilai, dan memperkaya pengalaman konsumen. Jangan lupa pula untuk melakukan pengembangan melalui komunitas.

Pada Entrepeneur, dia menyebut empat kunci sukses dalam membangun bisnis di usia muda.

Keluar dari Rasa Takut

Alasan terbesar yang membuat usaha stagnan adalah ketakutan. Carmen yang merupakan Sarjana Hukum dari Northern Illinois University memutuskan nekat memulai usaha di bidang makanan dan minuman serta perhotelan. Tentu saja masuk ke bidang baru itu pada awalnya membuat Carmen takut.

"Saya takut. Namun, saya bicara pada diri sendiri bahwa saya bisa mengatasinya. Hal itu menjadi salah satu keputusan terbaik dalam hidupku. Hilangkan rasa takut dan lakukan saja," katanya.

Bangun Komunitas, khususnya dengan Regulator

"Industri perhotelan berkembang karena komunitas. Bila menjalin hubungan baik dengan regulator, khususnya lokal, hal itu akan memberi dampak positif," katanya.

Saat ini menurut Carmen banyak pengusaha memilih menjaga jarak dengan pemerintah. Namun, hal itu tak perlu kamu lakukan bila memang tertarik mengembangkan usaha di bidang perhotelan. Justru, regulator bisa memberi dampak baik, khususnya dalam hal rekomendasi di masyarakat.

Carmen bahkan menempatkan salah satu pejabat di Chicago sebagai komisaris di dalam bisnisnya. Dia juga terpilih menjadi salah satu dewan penasihat ekonomi pemerintah di Chicago.

Berpikir Seperti Tukang

Seorang tukang yang baik, kata Carmen, selalu meningkatkan potensi dan kemampuannya. Karena itu, menempatkan diri sebagai tukang adalah salah satu cara untuk membuatmu tetap berkembang mengikuti perkembangan bisnis.

"Ketika bepergian, saya selalu melihat konsep apa yang bisa diadaptasi dan digunakan untuk bisnis. Semua pengusaha pasti memiliki obsesi. Obsesi yang sehat itu baik untuk membuatmu tetap berkembang," lanjutnya.

Jangan Biarkan Masalah Menghancurkanmu

"Salah satu faktor yang meningkatkan kemampuan pengusaha dalam memenangkan bisnis adalah tak pernah menyerah dalam persaingan. Jangan pernah membiarkan orang lain memukulmu dari belakang sehingga kamu menyerah," tambahnya.

Selain ketakutan, masalah dan krisis juga kerap menjadi hantu bagi ekspansi bisnis. Karena itu, penting untuk menyeimbangkan bisnis dan kehidupan pribadi. Bila menghadapi masalah berat, jangan terlalu cepat mengambil keputusan.

"Ada banyak sekali masalah selama membangun bisnis tetapi saya terus saja berjalan. Saya pernah kehilangan ibu dan itu seperti kehilangan dunia. Akan selalu ada krisis namun kita harus terus berjalan," lanjutnya.

Carmen juga berpesan untuk belajarlah melihat peluang dalam tiap krisis yang ada. Bangun ketahanan diri dan naik ke peringkat yang lebih tinggi.

“Hal itu akan membuatmu dan bisnismu tumbuh dan memiliki visi bisnis yang lebih baik ke depan,” tutupnya.

Sumber: smart-money.co

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau