Sorot

Apartemen Meikarta Menarik Minat Investor

Kompas.com - 02/11/2017, 23:49 WIB


KompasProperti - Selama ini investor asing tertarik untuk berbisnis di Indonesia karena relatif murahnya harga properti, baik berupa rumah tapak, apartemen, perkantoran maupun pusat perbelanjaan.

Tidak mau kalah dengan pengembang asing, Lippo Group sebagai pengembang terkemuka di Tanah Air berusaha terus menunjukkan eksistensinya di dunia properti. Salah satunya dengan membangun kompleks apartemen Meikarta yang saat ini sedang dikerjakan di Cikarang, Jawa Barat.

Dalam konferensi pers kepada wartawan, Chairman Lippo Group James Riady mengatakan bahwa kota mandiri Meikarta di Cikarang dibangun salah satunya untuk mengakomodasi minat investasi properti dari luar negeri.

"At the end of the day kami mengantisipasi booming asing masuk, termasuk Singapura dan Hongkong," ujar James Riady, Rabu (1/11/2017) di Hotel Mulia, Jakarta.

Baca: Pembangunan Meikarta Diklaim Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Cikarang

Menurut dia, gedung kantor milik Lippo di Hongkong saat ini disewakan dengan harga mencapai 35.000-45.000 dollar Amerika Serikat per meter persegi.

Begitu pula dengan di Singapura, harga di sana  tidak jauh berbeda. James mengatakan bahwa harga properti di Negeri Singa itu sudah tidak terjangkau lagi. Meski demikian, dia enggan menyebutkan jumlahnya secara pasti.

"Di Singapura sudah enggak ada barang yang tersedia karena terlalu mahal. Karena itulah, sekarang pasar terbaik ada di Indonesia. Still very cheap," jelas James.

Ilustrasi.www.shutterstock.com Ilustrasi.

Dalam kesempatan berbeda, Chief Marketing Officer Lippo Homes Jopy Rusli menyatakan hal senada.

"Pembeli apartemen di Meikarta adalah pemakai dan investor karena di daerah sana banyak ekspatriat, yang 65 persen adalah orang Jepang," kata Jopy Rusli dalam konferensi pers di Lippo Mall Kemang, Kamis (26/10/2017).

Para pembeli yang kebanyakan adalah investor ini, kata Jopy, berharap mendapatkan keuntungan dari pembeli atau penyewa yang merupakan orang asing dan bekerja di kawasan industri Cikarang.

Dia menambahkan, kawasan CBD Meikarta juga prospektif karena jumlah orang asing itu akan terus bertambah. Tentunya ini potensial menambah nilai investasi properti di daerah Cikarang.

Agen properti.www.shutterstock.com Agen properti.

Menurut perhitungan, para ekspatriat ini memberikan pengembalian investasi atau return of investment (ROI) lebih dari 20 persen.

"Ini bukan hanya tempat yang diincar untuk tinggal karena berkembang sekali, ada pabrik atau future plan di sana, tapi ini produk investasi juga," ucap Jopy.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau