Advertorial

Ku Lari ke Hutan 2: Aksi Derap Langkah Menjaga Hutan Indonesia

Kompas.com - 03/11/2017, 15:03 WIB

Mengulang kesuksesan tahun lalu, gerakan Hutan itu Indonesia kembali mengadakan acara fun run bertajuk #KuLarikeHutan 2 pada tanggal 22 Oktober 2017 di Hari Bebas Kendaraan Bermotor Jakarta. Tahun ini, Hutan itu Indonesia berhasil mengajak 695 pelari dan sukarelawan untuk berlari dan mengadopsi 1.241 pohon di Taman Nasional Gunung Palung, Kalimantan Barat.

“Orang suka bilang, ‘Ya, saya mau ikut jaga hutan, tapi tidak tahu caranya.’ Bergabung dengan kegiatan kami adalah salah satu caranya. Dengan ikut berlari sejauh lima kilometer, seorang pelari langsung menjaga satu pohon di hutan Indonesia selama satu tahun,” tutur Rinawati Eko, Koordinator #KuLarikeHutan 2.

“Kami melakukan ini supaya kami bisa meraih perhatian publik, terutama orang muda Indonesia, agar mendapat lebih banyak informasi tentang hutan dengan cara yang menyenangkan,” tambahnya lagi.

Dengan biaya registrasi sebesar 100.000 rupiah, peserta mendapat kaos lari, air minum, buah- buahan, dan gelang adopsi pohon, selain mengadopsi satu pohon selama satu tahun untuk setiap 5 kilometer yang mereka tempuh. Sekitar 600 peserta dapat berlari atau berjalan sejauh mungkin dalam durasi dua jam antara pukul 6 pagi hingga pukul 8 pagi (WIB) dengan titik awal dan akhir di depan Unika Atma Jaya.

Tak hanya itu, untuk menyambut para penjaga hutan yang telah berlari, #KuLarikeHutan 2 juga dimeriahkan oleh penampilan DJ KLPR, Ric Slim, Zeo, Dave Slick, Sinnikal One, dan Kikan Namara.

Tahun lalu, kegiatan serupa berhasil mengadopsi 1.039 pohon di empat hutan Indonesia. Tahun ini, program adopsi pohon #KuLarikeHutan 2 difokuskan di TN Gunung Palung di Kalimantan Barat.

Selain menjaga pohon di daerah yang menjadi koridor perlintasan orangutan, program yang dikelola oleh Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) ini juga menyumbangkan modal usaha bagi 422 keluarga dan memberikan layanan kesehatan bagi 1.000 warga masyarakat yang tinggal di sekitar taman nasional.

“Setiap orang punya sesuatu yang bisa ia tawarkan untuk kebaikan kita bersama. ASRI selamatkan hutan dengan stetoskop. Hari ini, para pelari mengadopsi pohon di Kalimantan Barat. Walaupun tinggal di perkotaan, kita bisa berikan sesuatu bagi hutan kita, seperti mengurangi penggunaan produk kayu, dukung organisasi-organisasi pelestari hutan dengan idemu, uangmu, atau waktu dan tenaga sebagai sukarelawan, dan lain sebagainya. Bersama- sama kita bisa wujudkan hutan lestari bagi kesehatan anak cucu kita,” tutur drg. Monica Ruth Nirmala, Direktur Eksekutif ASRI.

Selain Yayasan ASRI, #KuLarikeHutan 2 terselenggara berkat dukungan komunitas lari deBrads, Sunpride, Suunto, Penaraya, Idoep Visual Story Teller, Trijee Sportswear, konsultan desain maXYmum, dan Sumber Ria sound system. Mitra komunitas lari Bogor Runners, Run For Indonesia, dan Rungrapher juga membantu menyebarkan pesan menjaga hutan sambil berlari.

Tidak kalah pentingnya, 95 sukarelawan telah menyumbangkan waktu dan tenaga untuk membantu kelangsungan acara, dokumentasi, logistik, konsumsi, perizinan, keamanan, registrasi, marshall, media, cheerleading, hospitality, dan water station.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau