Advertorial

Banyak Wanita Sukses Bisnis Restoran, Ini Pelajaran Dari Mereka

Kompas.com - 03/11/2017, 19:00 WIB

Wanita memang identik dengan kegiatan memasak. National Restaurant Association (NRA) pun mengungkap bahwa lebih dari 50 persen restoran terkenal ternyata didirikan dan dikelola oleh wanita. Industri restoran atau kuliner harus diakui punya tingkat kesulitan dan peluang gagal yang cukup tinggi. Namun, banyak wanita yang sukses melalui tantangan tersebut.

Jika Anda adalah pebisnis wanita yang ingin mencoba terjun ke bisnis kuliner, baca beberapa hal yang bisa Anda pelajari dari para wanita pebisnis kuliner sukses berikut.

1. Pastikan bisnis restoran sesuai dengan diri

Hal pertama ini wajib diketahui. Sebagai pemilik, Anda harus bisa memecahkan masalah yang pasti selalu muncul setiap hari. Pastikan dulu kamu bisa dan siap menghadapi tantangan dari bisnis yang punya tingkat stres tinggi ini.

2. Miliki keterampilan (skill)

Banyak orang ingin memulai restoran karena hobi memasak. Sayangnya, untuk membuka bisnis restoran, tak cukup dengan memiliki kemampuan memasak saja. Kemampuan mengelola keuangan pun menjadi hal wajib.

Apalagi, pembukuan restoran sangat rumit, ada banyak aturan yang perlu diikuti dan dipahami, mulai dari pajak, premi asuransi, dan lainnya. Oleh karena itu, sebelum membuka restoran, pahami dulu arus kas dan laporan laba rugi.

Alat keuangan tersebut akan membantu Anda membuat keputusan bisnis yang baik. Jika belum memiliki keterampilan itu, ambil kursus terlebih dahulu agar lebih siap menjadi pemilik bisnis.

3. Pahamicara menangani konflik

Sebagai pemimpin, wanita punya keunggulan dibanding pria. Wanita lebih berempati dan perhatian pada karyawan serta mampu membangun suasana kekeluargaan. Namun ketika harus membuat keputusan seperti memotong gaji atau mengeluarkan seseorang, tentu akan berbeda. Karenanya, Anda perlu menemukan keseimbangan antara empati alami terhadap orang lain dan melakukan apa yang terbaik untuk bisnis.

4. Miliki rencana bisnis yang jelas

Karena ada banyak program keuangan khusus pengusaha wanita, penting memiliki rencana bisnis saat pergi ke bank atau perusahaan pembiayaan usaha kecil. Ini mencakup biaya awal, anggaran tahunan dan proyeksi penjualan.

Membuat rencana bisnis bisa memakan waktu lama. Hasil akhirnya akan membantu memberi gambaran yang jelas tentang cara membuat restoran sukses. Bila Anda tak mau meluangkan waktu menulis rencana untuk restoran baru, akan sulit membangun restoran.

Dalam proses penulisan rencana bisnis, identifikasi kemungkinan risiko yang ada seperti persaingan lokal dengan menu dan harga serupa. Mengetahui informasi tersebut di tahap perencanaan memungkinkan Anda menyesuaikan konsep yang dibutuhkan.

5. Mengelola tenaga kerja

Wanita pandai ber-multitasking, tapi tak pandai mendelegasikan pekerjaan. Di restoran yang sibuk, Anda tak bisa melakukan semuanya sendiri. Mulailah belajar mendelegasikan pekerjaan agar pekerjaan lebih efisien. Bila dilakukan dengan benar, ini akan menghemat lebih banyak uang dalam jangka panjang.

6. Gunakan teknologi

Seperti outsourcing, teknologi bisa menghemat banyak uang dan waktu. Misalnya, menggunakan sistem POS atau iPad POS System akan membuat pelacakan penjualan menjadi mudah. Sistem ini juga membuat transaksi dengan kartu kredit lebih aman.

7. Memiliki jaringan pendukung

Area lain yang bisa dimanfaatkan adalah membangun jaringan pendukung untuk diri sendiri. Hal ini bisa dilakukan melalui keluarga, teman atau melalui asosiasi bisnis kecil atau asosiasi bisnis wanita. Anda tak akan pernah tahu kapan membutuhkan bantuan mereka.


Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau