Kilas

Ratusan Dusun di Jawa Barat Kini Terang Benderang

Kompas.com - 31/10/2017, 19:45 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah Jawa Barat meresmikan jaringan listrik perdesaan untuk 233 dusun dan 156 desa di wilayah PLN distribusi Jawa Barat. Dengan adanya listrik tersebut diharapkan pertumbuhan ekonomi rakyat terdongkrak.

“Dengan tersedianya listrik yang merata maka pendidikan akan semakin baik, usaha semakin berkembang dengan begitu daya saing warga Jawa Barat akan meningkat,” kata Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mizwar di Dusun Cipalangka, Desa Tanjungkarang, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (2/11/17).

Program tersebut merupakan upaya pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mewujudkan Jawa Barat Caang 2018 (Jawa Barat Terang Benderang).

Hingga September 2017, rasio elektrifikasi yang bersumber dari tenaga listrik jaringan PLN di Jawa Barat mencapai 98,5 persen. Dengan demikian, masih terdapat masyarakat di Jawa Barat yang belum memiliki sambungan tenaga listrik PLN secara langsung.

Baca: Presiden Tak Lagi Dengan Keluhan Listrik Byar-Pet

Sisanya atau sebesar 1,5 persen tersebut merupakan wilayah-wilayah yang sulit diakses dikarenakan faktor geografis, ataupun ketentuan masyarakat adat setempat.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya untuk mewujudkan tercapainya rasio elektrifikasi di Provinsi Jawa Barat 100 persen pada 2018.

Saat ini ada 233 dusun dialiri listrik, dengan sepanjang 170 kilometer jaringan. Namun, masih ada 658 dusun di Jawa Barat yang belum dialiri listrik. "Mudah-mudahan bisa diselesaikan 2018, ingat, dusun ya bukan desa," katanya.

General Manager PT PLN Distribusi Jawa Barat Iwan Purwana mengatakan, program listrik perdesaan 2017 itu baru sebagian dari total yang belum teraliri listrik di Jawa Barat sebanyak 891 dusun. Namun, tidak lama lagi seluruh dusun akan mendapatkan jaringan listrik yang ditargetkan tuntas tahun depan.

Baca: PLTU Ramah Lingkungan di Jawa Barat Vital untuk Ketersediaan Energi

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Karang Lalan Jaelani mengapreasiasi masuknya jaringan listrik ke wilayahnya. Ia berharap listrik masuk desa dan dusun mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami sangat bersyukur saat ini desa kami sudah teraliri listrik, banyak perubahan dengan adanya listrik seperti sekarang ini," ujarnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau