Advertorial

Dukung Bisnis MICE, Gedung Pertemuan Megah akan Dibangun di Meikarta

Kompas.com - 04/11/2017, 18:19 WIB
Salah satu kunci keberhasilan Singapura dalam industri MICE adalah kesiapan infrastruktur serta daya tarik hiburan.www.shutterstock.com Salah satu kunci keberhasilan Singapura dalam industri MICE adalah kesiapan infrastruktur serta daya tarik hiburan.

KompasProperti  - Belakangan ini bisnis MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di Indonesia terasa makin berkembang dan menjanjikan. Banyak pihak yang terlibat dalam usaha ini, misalnya soal makanan, perjalanan, penginapan, hiburan, dan pariwisata.

Hal itu yang membuat banyak pihak tergiur berkecimpung di dalamnya. Sebab, selain menggairahkan perekonomian masyarakat di berbagai kota, juga menambah pemasukan untuk pemerintah.

Sesuai data yang diperoleh dari Kementerian Pariwisata, ada lima kota besar di Indonesia yang selama ini dikenal sering mengadakan berbagai event MICE, yaitu Jakarta, Surabaya, Medan, Bali, dan Makassar.

Baca: Cikarang Segera Punya International Convention Center

Para pelaku usaha kecil, menengah, sampai besar ingin ikut terlibat dalam pergelaran suatu acara. Investor lokal dan asing pun tertarik menggelontorkan dananya untuk membuat infrastruktur pendukung.

Bahkan para pengembang properti pun tergiur ingin menikmati manisnya bisnis ini. Tidak hanya hunian, pusat perbelanjaan, dan perkantoran yang dibangun, tetapi juga hotel untuk menunjang bisnis MICE.

Potensi besar bisnis MICE

Lippo Group sebagai salah satu pengembang properti pun ikut mewujudkannya. Sekarang ini mereka sedang membuat kompleks apartemen dan kota mandiri Meikarta di Cikarang, Jawa Barat.

Tidak hanya membangun apartemen, nantinya Lippo juga berencana menghadirkan gedung pertemuan berkapasitas besar dekat kawasan industri Cikarang.

“Kami akan membangun gedung pertemuan sebagai fasilitas MICE. Rencananya akan ada gedung yang kapasitasnya lebih besar dari JCC,” ujar Presiden Meikarta, Ketut Budi Wijaya, dalam keterangannya pada Rabu (18/10/2017).

Lippo melihat begitu besar kesempatan yang bisa dieksplor untuk memberikan dukungan pada bisnis MICE, antara lain dengan membangun hotel. Itulah yang membuat di Meikarta nantinya akan dibangun pula hotel berskala internasional dengan taraf bintang lima.

Langham Place, Guangzhou, memiliki fasilitas Spa berbasis pengobatan tradisional China.langham hotel Langham Place, Guangzhou, memiliki fasilitas Spa berbasis pengobatan tradisional China.

“Kami sudah membuat kesepakatan dengan salah satu hotel bintang lima yang memiliki jaringan dunia,” ucap Ketut.

Keseriusan Lippo Group melihat peluang di bisnis MICE ini juga karena di sekitar Meikarta nantinya akan ditunjang dengan enam infrastruktur penting, yang berguna untuk mengatasi masalah transportasi.

“Makanya ada Bandara Kertajati sebagai bandara internasional. Ini proyek dari tahun 2015 dikerjakan untuk selesai dan targetnya 2018. Di utaranya, sekitar 60 kilometer dari Kertajati, ada Pelabuhan Patimban. Itu deep seaport, jadi kapal besar bisa merapat,” Ketut menguraikan.

Selain itu, pemerintah tengah membangun elevated highway, yaitu jalan tol yang menghubungkan antara Jakarta dengan Karawang dan Cikarang.

Pembangunan Terminal Penumpang Bandara Kertajati Majalengka, Jawa Barat (13/2/2017)Achmad Fauzi Pembangunan Terminal Penumpang Bandara Kertajati Majalengka, Jawa Barat (13/2/2017)

Tersedia juga kereta ekspres Jakarta-Bandung yang jalur lintasnya dekat dengan Meikarta. Menurut rencana, nantinya akan dikoneksi dengan monorel. Pembangunan LRT juga sekarang sedang dikebut. Prediksinya pada akhir 2018 sudah beroperasi.

“Jadi Meikarta bisa menunjang proyek-proyek strategis itu, infrastruktur yang dikerjakan pemerintah. Semuanya itu saling mendukung,” imbuh Ketut.

Keenam infrastruktur di sekitar Meikarta itu akan membuat akses transportasi jadi lebih mudah, aman, dan nyaman bagi semua orang. Begitu pula bisnis MICE yang masih potensial di area Jabodetabek dan sekitarnya akan lebih lancar.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik: