kabar mpr

Oesman Sapta : Mari Bangun Poso dengan Kedamaian

Kompas.com - 06/11/2017, 18:37 WIB

Setelah kerusuhan Poso di tahun 2000, kini masyarakat Poso ingin hidup lebih tenang dan membangun daerahnya. Hal tersebut disampaikan para masyarakat saat kunjungan kerja Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta di Kabupaten Poso.

"Sekarang mereka ingin hidup damai, tenang, dan melakukan pembangunan sebagaimana masyarakat di daerah lain,” ujar Oesman, Senin (06/11/2017).

Selagi berada di Poso, Oesman menyempatkan untuk mengunjungi salah satu objek wisata yaitu Air Terjun Saluopa. Berada di desa Wera, kecamatan Pamona Puselemba, Oesman didampingi oleh Kapolda Sulawesi Tengah Brigjend Pol. Rudy Sufahriadi.

Menurut Oesman, masyarakat Poso telah diberi anugerah oleh Tuhan berupa alam yang indah. Selain air terjun, ada juga danau Poso yang sangat indah dan masih alami. Oleh sebab itu, masyarakat Poso harus segera melakukan pembangunan agar sejajar dengan masyarakat lain di Indonesia.

Poso juga memiliki modal yang bagus untuk pembangunan tersebut, yaitu keramahtamahan masyarakatnya.

"Mari bangun Poso dengan kedamaian, karena damai membawa makmur. Damai itu alat kehidupan yang akan membuat maju dan makmur,” kata Oesman. 

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau