Advertorial

Serasi Rush Menurut Mahasiswi

Kompas.com - 07/11/2017, 09:27 WIB

Jakarta, KompasOtomotif – Bukan mobil manja dan pelindung wanita, begitulah impresi dari Vitri Anggraeni Rosliadi (25) tentang medium SUV Toyota Rush miliknya yang dibeli pada 2015 lalu. Mahasiswa jurusan teknik mesin di salah satu universitas di Bandung itu aktif mengemudikan Rush harian dari rumahnya di Indramayu.

“Tadinya naik mobil kecil, trus karena 2010 saya mulai ikut komunitas touring akhirnya pilih Rush. Kebetulan juga papa fanatik Toyota, jadi pas mau beli ya Rush,” cerita Vitri saat dihubungi, Senin (6/11/2017).

Kemampuan dasar Rush yang punya kaki-kaki kuat dengan ground clearance tinggi merupakan salah satu kelebihan yang disukai Vitri. Uniknya, dia sangat menyukai ukuran besar ban Rush sebab menurutnya menguatkan tampilan sporty dan maskulin.

“Jadinya enggak ribet kalau misalkan ke jalan-jalan rusak, hujan juga misalnya, Rush bukan mobil manja yang harus di kota terus,” ucap Vitri yang saat ini sedang menjalani semester akhir kuliah S1.

Rush yang dibeli varian S plus sudah muat 7-penumpang. Spesifikasi itu penting sebab kadang perjalanannya bukan hanya ke kampus tapi juga jalan-jalan bersama keluarga.

Soal desain, Vitri mengatakan, Rush bukan mobil kolot yang hanya disukai bapak-bapak, tetapi tingkat sporty-nya menunjang dipakai wanita. “Masih serasi kok dipakai cewek,” ucap Vitri.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau