Advertorial

Senangnya.. Uang Elektronik Masih Bisa Diperoleh Secara Gratis di Tol

Kompas.com - 08/11/2017, 09:43 WIB

Saat ini Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sudah tidak lagi memberlakukan pembayaran tunai di semua gardu tol di seluruh Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mendukung target 75 persen perwujudan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) di tahun 2019 yang dicanangkan pemerintah.

Semua gardu tol hanya menerima pembayaran menggunakan uang elektronik yang diterbitkan oleh perusahaan perbankan. Saat ini sudah ada lima uang elektronik dari bank yang bisa diterima oleh reader SAM Multiapplet yang terpasang di setiap gardu tol. Baru-baru ini bertambah lagi satu uang elektronik yang bisa digunakan untuk membayar tol yaitu Flazz yang diterbitkan PT Bank Central Asia, Tbk (BCA).

Untuk mendorong penggunaan uang elektronik sebagai alat bayar tol, pemerintah, regulator, dan perbankan pun melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan menggelar promo gratis 1,5 juta kartu uang elektronik pada periode 15 – 31 Oktober 2017.

Agar dapat mencapai target 100 persen elektronifikasi, Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna mengatakan bahwa promo tersebut akan diperpanjang hingga dua minggu setelah periode promo berakhir. “Kami akan perpanjang promo ini sampai persediaan kartu habis," kata Herry dikutip dari Kontan.

- -

Sayang, Herry tidak mengungkap berapa jumlah kartu promo bebas harga cetak kartu yang sudah terserap dan tersisa saat ini. Sementara itu, Direktur BCA Santoso Liem menyatakan, pihaknya masih akan menunggu keputusan Bank Indonesia (BI) perihal perpanjangan promo tersebut. "Kami menunggu saja keputusan BI dan BPJT," kata Santoso.

Dukungan untuk mendorong penerapan penggunaan uang elektronik di tol juga diberikan oleh PT Jasa Marga. Bekerja sama dengan perusahaan perbankan penerbit uang elektronik, PT Jasa Marga menyiapkan fasilitas top up tunai di tiap gerbang tol dan rest area guna menunjang program 100 persen transaksi non tunai di gerbang tol.

Menanggapinya, Santoso Liem mengatakan, top up tunai akan memudahkan isi ulang uang elektronik bagi pengguna jalan tol. Hanya, pihaknya juga menyebut hal ini perlu ada koordinasi dari banyak pihak, bukan hanya antara Jasa Marga dan perbankan saja.

"Saya pikir kanal elektronik bank bisa digunakan, namun kalau top up dengan tunai butuh kerjasama pihak ketiga dan butuh proses," kata Santoso.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau