Advertorial

Dipercepat, Pembangunan Jembatan Holtekamp di Papua Akan Rampung Maret 2018

Kompas.com - 08/11/2017, 23:44 WIB

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga (DJBM) saat ini tengah mengupayakan percepatan penyelesaian Jembatan Holtekamp di Kota Jayapura, Provinsi Papua. Langkah percepatan diantaranya dengan merakit dua rangka baja bentang utama di Surabaya, Provinsi Jawa Timur.

“Surabaya memiliki crane yang besar sehingga dapat mempercepat pengerjaan. Di sana kita sedang dalam tahap merakit dua struktur pelengkung jembatan. Satu telah selesai konstruksinya dan akan segera dikirim ke Jayapura pada 20 November 2017. Satu lagi saat ini progress-nya telah mencapai 70 persen,” tutur Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Jembatan Holtekamp DJBM Kementerian PUPR Irfan Hidayat, Rabu (8/11/2017) lalu.

Secara bergantian rangka kedua akan dikirim dua minggu setelah pengiriman yang pertama. Apabila tidak ada kendala cuaca, pengiriman masing-masing rangka jembatan akan memakan waktu tiga minggu. Rangka jembatan tersebut akan dikirim menggunakan kapal khusus, karena memiliki panjang 110 meter, tinggi 20 meter, dan berat 2000 ton.

Saat ini di lokasi pembangunan Jembatan Holtekamp juga sedang dilakukan pemasangan side span yang ditargetkan selesai pada akhir November.

Irfan mengatakan, setibanya di Jayapura rangka dari Surabaya tersebut akan langsung dipasang sehingga pembangunan jembatan yang saat ini telah mencapai 87,07 persen akan bisa didorong menjadi 95 persen. Pemasangan ditargetkan dilaksanakan pada Desember 2017.

Dengan selesainya pemasangan rangka jembatan tersebut, maka pekerjaan hanya menyisakan pengecoran beton dan tahap finishing lainnya. Targetnya pada Maret 2018 jembatan tersebut rampung dan uji kelayakan dapat dilakukan oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ).

“Kontrak pembangunan Jembatan Holtekamp berakhir pada September 2018, dengan melakukan perakitan di Surabaya, penghematan waktu mencapai 6 bulan,” tambah Irfan.

Jembatan Holtekamp akan memangkas waktu tempuh dari Kota Jayapura ke Muara Tami maupun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw dari 2,5 jam saat ini, menjadi 60 menit. Ini karena jembatan akan memangkas jarak tempuh 17 kilometer di antara dua lokasi tersebut.

Keberadaan Jembatan Holtekamp, memiliki nilai strategis karena dapat menjadi solusi kepadatan kawasan perkotaan, permukiman, dan kegiatan perekonomian di dalam Kota Jayapura.

Selain itu, jembatan tersebut juga akan menjadi ikon dan destinasi wisata baru di Papua, khususnya Jayapura. Nantinya Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dapat dinikmati masyarakat luas akan dibangun di kaki jembatan.

Pembangunan Jembatan Holtekamp dilakukan bersama-sama oleh Kementerian PUPR, Pemerintah Provinsi Papua, dan Pemerintah Kota Jayapura.

Kementerian PUPR mendanai pembangunan jembatan utama, Pemerintah Provinsi Papua mendanai pembangunan Jembatan Pendekat Arah Holtekamp, dan Pemerintah Kota Jayapura mendanai pembangunan jalan pendekat dan pembebasan lahan.

Jembatan utama memiliki panjang 400 meter. Sementara jembatan pendekat memiliki panjang 332 meter yang terdiri dari 33 meter jembatan pendekat arah Hamadi dan 299 meter arah Holtekamp.

Jika ditotal, dana untuk membangun jembatan yang melintang di atas Teluk Youtefa ini senilai Rp 1,7 triliun. Sementara pembangunan Jembatan Holtekamp sendiri dilakukan oleh kontraktor konsorsium PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero) Tbk, dan PT Nindya Karya. 

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau