Advertorial

BCA dan Lazada Lakukan Kerja Sama Penyaluran KUR Mikro Untuk Para “Seller”

Kompas.com - 10/11/2017, 08:37 WIB
- -

Dalam beberapa tahun terakhir pemerintah tengah berbenah mengenai sistem penyaluran dan besaran KUR. Pada tahun 2017 ini, plafon KUR mencapai Rp 110 triliun dengan suku bunga kredit sebesar 9 persen p.a. 

Program yang ditujukan sebagai upaya untuk mendongkrak kegiatan perekonomian di sektor riil tersebut diharapkan dapat mencapai target dan perluasan penyaluran KUR di berbagai daerah.

Berdasarkan data yang dimuat dalam laman kur.ekon.go.id, hingga bulan September lalu sektor perdagangan memiliki persentase paling besar terkait realisasi KUR, yaitu mencapai 55,18 persen. Angka tersebut kemudian diikuti oleh sektor Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan sebesar 23,55 persen.

Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi provinsi yang memiliki persentase paling besar terkait realisasi KUR.

Untuk mendukung realisasi KUR  tersebut, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebagai salah satu pilar pelaksana program pun kembali membuktikan komitmennya dengan melakukan penandatanganan memorandum of understanding antara BCA dan Lazada Indonesia. Adanya kerja sama ini memungkinkan para seller Lazada dapat mengajukan fasilitas kredit melalui fitur “Pinjaman Dana” yang tersedia di laman Lazada University.

Fasilitas KUR Mikro ini akan diberikan dalam bentuk kredit modal kerja dengan plafon sebesar Rp. 25.000.000.

“Kerja sama Ini adalah upaya BCA untuk mendukung program pemerintah dan mendorong kemajuan bisnis di Indonesia. Tidak menutup kemungkinan bahwa ke depannya kerja sama bisa berlanjut terkait transaksi-transaksi di Lazada yang bisa memakai fasilitas BCA,” kata Executive Vice President BCA Liston Nainggolan ketika menandatangani MoU di Jakarta (03/10/17).

Liston menambahkan bahwa mekanisme pengajuan KUR Mikro tidak membutuhkan waktu yang lama. Record yang dimiliki Lazada terkait seller seperti omzet rata-rata, jenis usaha, dan rating membantu proses pendataan menjadi lebih cepat sehingga pemberian KUR Mikro dapat segera dilakukan.

Penyederhanaan proses ini pun terjadi karena proses SIKP (Sistem Informasi Kredit Program) yang dilakukan oleh pemerintah terus diperbaiki. Oleh sebab itu, data-data KUR yang masuk menjadi lebih cepat untuk diproses. Selain itu pula, pinjaman jenis tersebut tidak membutuhkan agunan seperti KUR Ritel.

Sebelumnya, BCA juga melakukan kerja sama dengan menggandeng Kementerian Perdagangan terkait pemberian dana pada warung binaan Indogrosir. BCA melihat bahwa warung sebagai bagian dari sektor ritel perlu didukung agar dapat tumbuh dan berkembang di era modern.

“Tahun ini kita menargetkan sekitar Rp 100 miliar untuk KUR. Hingga September, BCA telah berhasil menyalurkan KUR Mikro sebesar Rp 5,4 miliar dan KUR Ritel sebesar Rp 57,9 miliar,” papar Liston.

Liston pun mengharapkan bahwa dana yang disalurkan melalui KUR ini dapat memberikan manfaat bagi para pengusaha kecil dan menengah di Indonesia untuk melakukan ekspansi dan menggali potensi-potensi usahanya.