Sorot

Wisata Kuliner Sekaligus Libur Akhir Pekan di Meikarta

Kompas.com - 10/11/2017, 19:03 WIB
Arena komidi putar di pasar malam Kampoeng Tempo Doeloe La Piazza Kelapa Gading yang berlangsung mulai 13 Mei hingga 7 Juni 2015. KOMPAS.COM/MENTARI CHAIRUNISAArena komidi putar di pasar malam Kampoeng Tempo Doeloe La Piazza Kelapa Gading yang berlangsung mulai 13 Mei hingga 7 Juni 2015.

 
KompasProperti - Pembangunan kota modern Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dengan investasi Rp 278 triliun mulai membuahkan dampak pengganda (multiplier effect) dan dampak menetes ke bawah (trickle-down effect).
 
Kota baru dekat kawasan industri Cikarang itu telah melakukan topping off dua towernya. Selain itu, Meikarta memiliki ruang terbuka hijau publik bernama Central Park yang banyak dikunjungi masyarakat sekitar hampir setiap sore.
 
Taman dengan danau besar itu tak hanya berhasil memikat hati banyak konsumen, namun juga memicu geliat ekonomi masyarakat sekitarnya.
 
Sejumlah pedagang, terutama penjaja makanan, dapat ditemui di lokasi setiap hari. Selain melayani para konsumen dan para pekerja di Meikarta, para pedagang melayani warga yang datang untuk berwisata atau berolahraga.

Baca: Meikarta Punya Taman Kota Seperti New York
 
Pedagang yang berjualan dengan food truck menawarkan aneka makanan dan minuman dengan harga terjangkau. Satu porsi makanan ditawarkan mulai dari Rp 15.000.
 
Akhir pekan merupakan saat yang paling dinanti para pedagang kuliner di sekitar Central Park. Pada Sabtu dan Minggu, jumlah pengunjung lebih banyak dibanding hari kerja. Umumnya, calon konsumen dan warga sekitar datang bersama anggota keluarga lainnya.
 
Di kawasan ini juga ada sejumlah permainan menarik yang disediakan pengelola Meikarta, seperti bumper car, playground, dan komedi putar.

Bebek kuning di Meikarta

Tingginya kunjungan masyarakat juga disebabkan adanya bebek kuning raksasa (Giant Yellow Duck) di danau yang berada di Central Park.
 
Sejak Minggu (5/11/2017) lalu, satu bebek kuning raksasa (Giant Yellow Duck) resmi menjadi ikon baru Meikarta, Cikarang, Bekasi.

Peluncuran bebek kuning raksasa setinggi 15 meter ini ditandai dengan lomba menggambar anak-anak. Bebek raksasa ini ditempatkan di danau Central Park yang mampu menampung 300.000 meter kubik air.
 
Giant Yellow Duck saat ini sedang populer di beberapa kota di dunia, seperti Los Angeles, Sydney, Osaka, Taiwan. Seekor bebek kuning raksasa ini menjadi perhatian masyarakat.

Bebek kuning raksasa menjadi ikon baru di kota mandiri Meikarta, Cikarang yang diresmikan Minggu (5/11/2017) Bebek kuning raksasa menjadi ikon baru di kota mandiri Meikarta, Cikarang yang diresmikan Minggu (5/11/2017)

Kehadiran bebek raksasa itu merupakan yang pertama kali di Indonesia, sejak sejak awal tur dunia ‎Giant Yellow Duck yang dilakukan pada 2007 lalu.
 
President of Sales Meikarta Ferry Thahir mengatakan, Meikarta merupakan kota hunian kelas dunia. Apa pun yang ada di luar negeri akan dihadirkan di kota mandiri itu. “Jadi tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri, nanti apa yang ada di luar negeri ada di Meikarta. Kita hadir benar-benar untuk warga," ujarnya.
 
Keluarga muda yang tak ingin berlibur hanya ke pusat perbelanjaan dapat mengajak anak-anaknya ke Central Park Meikarta. Setelah orangtua bisa melihat contoh unit apartemen di area kantor Marketing Meikarta, anak-anak bisa bebas bermain di taman itu.
 
"Anak-anak dapat bermain bebas di taman ini yang total keseluruhan mencapai 100 hektar," katanya.

Kota mandiri Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat memiliki ruang terbuka hijau bernama Central Park seluas 100 hektar. Kota mandiri Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat memiliki ruang terbuka hijau bernama Central Park seluas 100 hektar.

 
Psikolog Tika Bisono juga ikut memeriahkan peluncuran Giant Yellow Duck di Meikarta. Menurut dia, keberadaan ruang terbuka hijau di suatu kawasan hunian sangat membantu kesempatan anak-anak untuk bermain serta beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
 
"Bermimpilah kita bisa hidup di taman yang luas seperti ini. Karena sangat baik untuk anak-anak, untuk lansia (lanjut usia), dan semua umur," katanya.
 
Kegiatan fisik anak-anak di kawasan hunian perlu diakomodasi dengan ruang yang menunjang. Dengan demikian, kecerdasan motorik anak dapat dikembangkan sehingga ia dapat beradaptasi dengan lingkungan.