Kilas

Butuh Lahan Parkir, Emil Berdialog dengan Pedagang Pantai Simbaronce

Kompas.com - 11/11/2017, 18:37 WIB

TRENGGALEK, KOMPAS.com – Emil Elestianto Dardak menemui dan berbicara dengan puluhan pedagang di Pantai Simbaronce untuk membahas penataan kawasan wisata Pantai Simbaronce.

Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek diproyeksikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bidang pariwisata. Selain itu, Watulimo memang memiliki potensi wisata yang beraneka ragam sehingga masuk proyek strategis nasional.

“Tentunya dengan proyeksi ini, penataan kawasan Teluk Prigi tidak terkesan apa adanya. Mari kita dorong kemajuan pariwisata untuk kemakmuran masyarakat. Jangan justru masyarakat Trenggalek sendiri yang enggan akan kemajuan pariwisatanya," kata Bupati Trenggalek Emil Dardak, Sabtu (11/11/2017) .

Dalam Penataan dan pengembangan kawasan wisata yang ada di teluk Prigi, pemerintah kabupaten Trenggalek mengupayakan serapi mungkin dengan mengedepankan estetika serta kenyamanan pengunjung. Diharapkan, tidak ada lagi masyarakat mendirikan bangunan di sekitar kawasan pantai, tanpa kordinasi dengan pihak pemerintah dengan dalih apapapun.

Rumah apung yang berada di perairan Pantai Prigi Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa timur. Rumah apung yang berada di perairan Pantai Prigi Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa timur.

“Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), keberadaan Teluk Prigi ini tidak lagi hanya untuk mendongkrak perekonomian segelintir orang, namun Teluk Prigi bertujuan untuk kemakmuran masyarakat Trenggalek secara luas,” kata Emil Dardak.

Menurut dia, warga dan pemerintah mesti bekerja sama menjaga keindahan dan kenyamanan destinasi wisata. Dengan demikian, wisatawan akan semakin betah dan tertarik untuk berkunjung lagi.

"Atau bahkan mengajak atau menceritakan kepada orang lain mengenai pengalaman asyiknya berwisata di Trenggalek,” ujarnya.

Sebelumnya, Emil mengajak 29 pedagang membahas kondisi Pantai Simbaronce yang belum tertata dengan baik. Ia mengajak warga untuk berperan aktif menata kawasan Pantai Simbaronce.

Baca: Cantiknya Pantai Pasir Putih di Trenggalek

Kawasan wisata yang tertata apik tentu akan menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi, Kecamatan Watulimo kerap menjadi lokasi kegiatan berskala besar. Seperti, panggung gembira Trenggalek, Festival Kesenian Kawasan Selatan (FKKS) Jawa Timur, serta kegiatan budaya lainnya yang secara rutin diadakan.

“Kami tidak melarang masyarakat untuk berdagang, namun harus ditata dengan baik, tertib dan teratur. Kita hadir untuk mencari solusi yang terbaik, penempatan pedagang yang strategis sehingga wisatawan yang berkunjung di Pantai ini paling tidak merasa aman dan nyaman," ungkap Emil.

Sementara itu, Kepala Dinas Periwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek Joko Irianto mengatakan Pemerintah Trenggalek akan memasang paving block untuk lahan parkir.

Pantai Pelang sebagai salah satu destinasi wisata andalan Kabupaten Trenggalek terus dikembangkan untuk menarik wisatawan dari Yogyakarta, Solo, Wonogiri, dan Pacitan.KOMPAS.com/ SLAMET WIDODO Pantai Pelang sebagai salah satu destinasi wisata andalan Kabupaten Trenggalek terus dikembangkan untuk menarik wisatawan dari Yogyakarta, Solo, Wonogiri, dan Pacitan.

Kios pedagang atau bangunan lain yang masuk dalam wilayah khusus itu mesti dibongkar dan dipindahkan. Dengan begitu, pengunjung bisa parkir dengan leluasa, aman, dan nyaman.

"Kami akan melakukan pavingisasi lahan parkir Pantai Simbaronce, dibarengi dengan penataan pedagang disekitarnya, agar tidak terkesan semrawut," ujarnya.

Pantai Simbaronce merupakan salah satu pantai yang baru dan mulai dikembangkan. Pantai yang berlokasi tidak jauh dari pantai pasir putih ini, tidak kalah indahnya dengan pantai yang telah dikelola sebelumnya. (KONTRIBUTOR TRENGGALEK/ SLAMET WIDODO)

 

 

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau