Sorot

Mau Ikut Kompetisi Jingle Meikarduck? Lippo Punya Hadiah Ratusan Juta!

Kompas.com - 14/11/2017, 16:18 WIB

KompasProperti - Penurunan penjualan apartemen itu tidak membuat pengembang properti putus asa. Mereka terus gencar memasarkan produknya sesuai target dan segmen pasar masing-masing.

Sebagai pengembang properti, Lippo Group melakukan promosi besar-besaran untuk menjual proyek apartemen dan kota mandiri Meikarta yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat.

Menurut Presiden Meikarta, Ketut Budi Wijaya, pada akhir 2013 Bank Indonesia mengeluarkan regulasi pembelian rumah.

Sejak saat itulah penjualan perumahan menurun. Situasi yang sama berlanjut saat penyelenggaraan pemilihan umum pada 2014. Kemudian, sekitar Juni 2016 – Maret 2017, Pemerintah RI memberlakukan kebijakan tax amnesty.

Promosi besar-besaran dilakukan Lippo di berbagai media massa, baik melalui media cetak, online, maupun televisi, hampir setiap hari. Pemasangan iklan dan baliho pun sering ditemui di berbagai sudut jalan, pusat perbelanjaan, dan perkantoran.

"Kami memakai teknik extraordinary marketing. Sebab, untuk membangkitkan pasar itu harus ada ekstra effort," kata Ketut Budi Wijaya, Jumat (15/9/2017).

Publikasi gencar kota baru Meikarta, ujar dia, justru menjadi benchmark bagi para pengembang. Lippo Group ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa ternyata pasar properti di Indonesia masih kondusif.

Usai meresmikan Giant Yellow Duck alias bebek kuning raksasa sebagai ikon Meikarta, kini Lippo mengajak masyarakat untuk berkompetisi membuat jingle "Meikarduck".

Anda yang ingin mengikuti kompetisi itu mesti melakukan sejumlah syarat. Pertama, follow akun instagram @themeikarta. Kemudian, buat sekreatif mungkin jingle berisikan kata "Meikarduck".

Langkah selanjutnya, Anda harus menyanyikan jingle tersebut dan direkam menjadi sebuah video berdurasi minimal 30 detik. Unggah melalui instagram dan tulis caption yang menarik. Tak lupa, mention akun @themeikarta dan tiga orang teman lainnya.

Video yang ikut kompetisi mesti dilengkapi dengan tanda pagar #Meikarduck, #Meikarta, dan @Meikarduckjingle.

Meikarta mengimingi hadiah ratusan juta rupiah bagi para pemenang kontes jingle tersebut.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau