Kilas

Beras Berkualitas Bukan lantaran Rasa

Kompas.com - 14/11/2017, 17:32 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Beras bisa dikatakan berkualitas karena mengacu pada sejumlah hal. Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (BKP Kementan) Agung Hendriadi berujar bahwa fisik adalah salah satunya.

Agung mengatakan hal itu saat menjawab pertanyaan Kompas.com dalam Sosialisasi Permendag 57/2017 tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras dan Permentan 31/2017 tentang Kelas Mutu Beras di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (14/11/2017).

"Hal yang utama adalah kenampakan fisik beras," kata Agung Hendriadi.

Selain soal fisik, ia berujar bahwa derajat sosoh turut berpengaruh, di samping juga pentingnya kadar air pada beras.

Baca: Masyarakat Perlu Terus Diingatkan soal Mutu Beras

Agung lalu menambahkan, beras berkualitas bukan diketahui karena rasanya.

"Rasa beras tidak diatur dalam peraturan kami. (Saat) menurut saya rasa beras enak, belum tentu orang lain bilang enak," kata Agung Hendriadi.

Sosialisasi HET Beras dan Kelas Mutu Beras sendiri masih akan berlanjut. Tahap berikutnya akan dilaksanakan di Surabaya untuk wilayah Jawa Timur pada 16 November 2017.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau