Advertorial

Anak Muda Indonesia Dengan Prestasi Dunia

Kompas.com - 15/11/2017, 19:07 WIB

Begitu banyak anak muda Indonesia cetak prestasi gemilang di skala global. Menariknya, sederet prestasi itu dipersembahkan oleh nama-nama yang usianya masih sangat muda belia, kira-kira belasan tahun.

Dalam bidangnya masing-masing, misalnya bulutangkis, sains, sampai otomotif, mereka tekun berlatih dan berusaha sampai akhirnya berhasil menjadi juara dunia. Sayang saja, mungkin masyarakat Indonesia kebanyakan tak kenal betul daftar nama anak muda yang punya prestasi global.

Maklum, fakta mengenai keberhasilan mereka tertimbun oleh berita tak yang justru kurang menyenangkan didengar telinga. Hal ini cukup mengurangi perhatian masyarakat pada mereka.

Di bidang otomotif contohnya, untuk Anda yang belum tahu, baru-baru ini pemuda 18 tahun asal Yogyakarta, Galang Hendra, berhasil jadi juara 1 dalam ajang World Supersport 300 (WSSP300) di Sirkuit Jerez, Spanyol, 22 Oktober 2017 lalu.

Di sirkuit itu, untuk pertama kalinya lagu Indonesia Raya berkumandang dan bendera Merah Putih berkibar. Galang menjadi pembalap tanah air pertama yang cetak prestasi balapan di ajang ini. Prestasi Galang yang mewakili Indonesia di ajang ini pun diperhitungkan di mata dunia.

“Saya sangat gembira. Saya tidak menyangka dapat meraih podium juara di level dunia. Syukur kepada Tuhan, terimakasih untuk tim saya, keluarga dan para penggemar saya. Ini semua untuk Indonesia,“ ujar Galang Hendra Pratama yang merupakan pembalap binaan Yamaha Indonesia.

Keberhasilan itu tak diraih Galang dalam waktu singkat. Sejak kecil, ia memang sudah dididik balap motor oleh ayahnya. Kebetulan, sang ayah juga merupakan mantan pembalap motor. Galang pun mendapat restu dan dukungan penuh dari kedua orangtua untuk melanjutkan hobi dan bakat balap yang diturunkan dari ayahnya.

Setelah melalui proses panjang, mulai dari berlatih motorcross, supermoto, sampai roadrace, akhirnya Galang semakin mantap dan percaya diri dengan kemampuannya. Ia pun dipercaya untuk berpartisipasi dalam gelar juara dunia WSSP300 sebagai pembalap wildcard, bersama tim MOTOXRACING. Pada ajang balap di sirkuit Jerez itu, ia menunggang motor Yamaha RZF-R3 yang dibubuhi nomor 55.

Langkah lihai libas lawan

Adapun jalannya race WSSP300 di Jerez yang berlangsung dalam 11 lap, Galang Hendra yang start dari posisi ke-8, pada awal lap ada di posisi ke-6. Galang terus berjuang untuk memperbaiki posisinya.

Tiap lap demi lap, ia menyalip dan disalip oleh pembalap lain. Beberapa lawan dari Italia, Jerman, dan Spanyol sempat terlihat berusaha memepet Galang. Namun, dengan tenangnya, Galang berhasil lolos dan terus berjuang memperbaiki posisi.

Di lap akhir, Galang sempat berada di posisi pertama. Namun pada pertengahan lap ia disusul oleh Scott Derou dan akhirnya sempat terjadi persaingan ketat.

Sepanjang lap, Galang terbilang lihai dalam menunggu momen untuk menyalip pembalap lainnya. Akhirnya pada trek lurus setelah tikungan terakhir, ia dapat mengambil alih arena dan akhirnya finish pertama. Perbedaannya tipis, hanya 0,026 detik saja.

Presiden Direktur PT. YIMM Minoru Morimoto (kiri) berpose bersama Galang Hendra (kanan). Presiden Direktur PT. YIMM Minoru Morimoto (kiri) berpose bersama Galang Hendra (kanan).

Pencapaian Galang ini diapresiasi oleh Presiden Direktur PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing Minoru Morimoto. Ia mengaku sangat bangga pada gelar juara WSSP300 yang telah Galang raih.

“Kami sangat bangga dengan prestasi Galang dan Indonesia. Ini adalah bukti yang sangat baik bagi Indonesia karena WSSP300 merupakan  kejuaraan dunia. Galang Hendra bukan hanya pahlawan kita, tetapi juga pahlawan dunia,“ tutur Minoru Morimoto.

Dunia telah memandang prestasi kaum muda Indonesia, maka kita yang sebangsa pun perlu terus memperhatikan dan mendukung gerilya mereka di bidangnya masing-masing. Ikuti terus catatan prestasi anak muda Indonesia, khususnya di bidang otomotif, melalui situs www.yamaharacingindonesia.co.id

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau