Advertorial

Bebaskan Indonesia dari Kebutaan, BCA Donasikan Alat Medis untuk Perdami

Kompas.com - 17/11/2017, 14:00 WIB

Data yang dirilis oleh World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa sebanyak 314 juta orang di seluruh dunia menderita gangguan penglihatan. Dari jumlah tersebut 45 juta di antaranya mengalami kebutaan. Secara mengejutkan, 90 persen darinya ditemui di negara berkembang seperti Indonesia.

Penelitian lain pun dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Ahli Mata Indonesia (Perdami) dan Badan Litbangkes di 15 provinsi pada tahun 2014-2015. Hasilnya menunjukkan katarak sebagai penyebab 80 persen kebutaan pada individu di atas usia 50 tahun. Kasus kebutaan akibat katarak di Indonesia pun mencapai 250 ribu orang atau 0,1 persen dari jumlah penduduk per tahunnya.

Sayangnya meskipun jumlah individu yang rentan mengalami kebutaan akibat katarak sudah diketahui, kemampuan operasi katarak belum bisa memenuhi jumlah tersebut. Masih ada 70 ribu orang yang belum bisa tersentuh oleh operasi katarak.

Melihat kondisi ini, PT Bank Central Asia pun turun tangan melalui program Bakti BCA. Sebagai komitmennya untuk mengurangi resiko kebutaan dan katarak di Indonesia, BCA memberikan donasi kepada Seksi Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Ahli Mata (SPBK-Perdami). Hal ini disampaikan oleh Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja.

“Penyakit katarak sangat mengganggu. Bagi mereka di usia produktif, dampaknya bisa kehilangan mata pencarian. Sebenarnya penyembuhan katarak tidaklah sulit, namun kerap terbentur masalah biaya pengobatan yang mahal,” tutur Jahja.

Donasi ini diserahkan oleh Jahja Setiaatmadja secara simbolik kepada Ketua Perdami DKI Jakarta Dr Elvioza SpM (K). Adapun donasi yang diserahkan berupa satu unit Phacoemulsification Cataract Machine Intutiv AMO dan 3 set alat pendukung operasi katarak senilai Rp 659,5 juta. Perdami pun menerima donasi ini dengan sukacita dan menjadikan BCA sebagai contoh baik dalam usaha pengentasan kebutaan.

“Kami berharap perusahaan lain juga tergugah melakukan hal sama agar angka kebutaan akibat katarak di Indonesia berkurang dan produktivitas masyarakat meningkat,” katanya.

Selain empat unit alat operasi tersebut, sebelumnya BCA pun telah rutin menyerahkan donasi sejak tiga tahun lalu. Pada tahun 2016 lalu, dua mikroskop senilai Rp 500 juta telah diserahkan kepada Perdami. Sedangkan pada tahun 2015 BCA mendonasikan 13 alat bantu operasi dan dua alat biometri seilai Rp 450,45 juta. Sementara tiga tahun lalu, satu unit mikroskop senilai Rp 385 juta telah diserahkan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau