Sorot

Penjualannya Pecahkan Rekor Muri, Meikarta Diminati Masyarakat

Kompas.com - 20/11/2017, 12:11 WIB


KompasProperti - Dalam suatu perbincangan di Jakarta, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda, Kamis (23/1/2014), mengatakan bahwa semakin terbatasnya lahan di kota-kota besar di seluruh dunia membuat bangunan dibuat secara vertikal. Bahkan bukan hanya hunian, melainkan pertanian vertikal pun sekarang mulai dikembangkan.

Adapun di Indonesia, khususnya di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, hunian vertikal saat ini dirasakan makin banyak dan akan menjadi model hunian yang diburu masyarakat. Hal itu terlihat dari banyaknya bangunan apartemen, baik yang sudah jadi maupun sedang dibangun, di berbagai lokasi.

Peminatnya pun makin bertambah. Masyarakat yang ingin membeli ataupun sewa apartemen terlihat berbondong-bondong mendatangi gerai penjualan apartemen dari berbagai pengembang properti yang berbeda-beda.

Sama halnya ketika Lippo Group meluncurkan penjualan proyek apartemen terbarunya yang bernama Meikarta. Tampak antusiasme masyarakat sangat tinggi sehingga memenuhi kantor pemasarannya di sejumlah lokasi.

Baca: Tidak Cuma Apartemen, Meikarta Juga Sediakan Fasilitas Ini


Bahkan pernah terjadi penjualan paling banyak dalam satu hari, sampai memecahkan rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia. Pemecahan rekor itu dilakukan saat Grand Launching Meikarta di Maxx Box, Lippo Cikarang, Sabtu (13/5/2017).

Ini merupakan kali pertama pengalaman Lippo Group dalam sejarah menjual proyek hunian mereka, baik yang berupa kompleks rumah tapak maupun apartemen.

“Dalam satu hari itu terjadi banyak pemesanan unit apartemen untuk berbagai tipe. Kami tidak pernah mengalami hal ini sebelumnya,” kata Presiden Meikarta Ketut Budi Wijaya, Rabu (18/10/2017), saat suatu diskusi di Tangerang.

Lippo memprediksi akan terjadi banyak penjualan sehingga disiapkan 250 meja pemesanan dengan karyawan sales yang siap melayani calon pembeli. Ternyata yang terjadi malah di luar dugaan, bahkan sampai memecahkan rekor Muri.

“Antrean sampai ribuan nomor. Ada orang yang mengantre sampai nomor 6.000. Bahkan saya sendiri juga mencoba mengantre untuk istri saya, nomor antrean saya 2.400,” ujar Ketut sambil tertawa.

Suasana di Kantor Marketing Kota Baru Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (4/09/2017). Pada tahap pertama, akan dibangun 200 ribu unit apartemen yang siap huni pada akhir tahun 2018.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Suasana di Kantor Marketing Kota Baru Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (4/09/2017). Pada tahap pertama, akan dibangun 200 ribu unit apartemen yang siap huni pada akhir tahun 2018.


Dia melanjutkan, antrean sudah berlangsung sejak pukul 06.00 pagi. Saat dia datang sekitar pukul 10.00 pagi hari itu, gedung area penjualan tampak sudah penuh dengan calon pembeli.

Kejadian ini menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap hunian apartemen itu masih tinggi, apalagi kalau yang dijual apartemen berkualitas dengan harga yang terjangkau. Menurut Ketut, harga satu unit apartemen di Meikarta kisarannya mulai dari Rp 127 juta.

Foto contoh desain interior yang akan digunakan apartemen kota baru Meikarta PT Lippo Cikarang Tbk saat show unit di Kantor Marketing Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (4/09/2017). Pada tahap pertama, akan dibangun 200 ribu unit apartemen yang siap huni pada akhir tahun 2018.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Foto contoh desain interior yang akan digunakan apartemen kota baru Meikarta PT Lippo Cikarang Tbk saat show unit di Kantor Marketing Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (4/09/2017). Pada tahap pertama, akan dibangun 200 ribu unit apartemen yang siap huni pada akhir tahun 2018.


Tingginya minat para konsumen terhadap Meikarta diperkirakan karena kualitas apartemen yang bagus, dengan desain dan kualitas bangunan yang terjamin karena dikerjakan oleh Lippo Group sebagai pengembang properti yang sudah berpengalaman puluhan tahun.

Proyek yang sedang dibangun di atas lahan lebih kurang 500 hektar itu mempunyai standar internasional dengan inovasi dan terobosan baru yang bisa bersaing dengan kota-kota lain di negara tetangga. Sebab, Meikarta direncanakan menjadi kota modern dengan desain gedung apartemen beraneka fasad, misalnya gaya Eropa, Amerika, dan Asia.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau