Advertorial

Demi Cantik Indonesia: Perjalanan Bisnis dr. Deliana

Kompas.com - 22/11/2017, 09:44 WIB

Bisnis kecantikan terus menjamur di tanah air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Tak bisa dipungkiri, cita-cita memiliki penampilan yang menawan dan kulit yang sehat kadang butuh usaha yang tidak sedikit.

Dari sekian banyak klinik di Indonesia, klinik kecantikan milik dr. Deliana adalah salah satu yang mampu bertahan hingga kini. Dua belas tahun berkiprah di bisnis kecantikan, siapa sangka permulaan bisnisnya tak selalu mulus.

Nathalie Beauty Centre milik dr. Deliana berlokasi di jalan Jenderal Sudirman, Thehok, Jambi. Sejak 2005, klinik ini membantu menjaga kecantikan para pelanggannya yang tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan perawatan sendiri.

dr. Deliana sendiri memulai perjalanannya di bidang kecantikan saat berkuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara, Jakarta. Saat itu, ia merasakan sendiri masalah pada penampilannya karena wajahnya berjerawat.

Ia sadar menutupi masalah kulitnya dengan kosmetik hanya akan membuatnya semakin parah. Karenanya, ia pun berinisiatif meracik sendiri krim untuk mengobati jerawatnya. Tak disangka, ternyata krim racikannya itu menjadi populer di kalangan teman-temannya.

“Akhirnya, saya pulang ke Jambi dan membuka klinik kecantikan,” tutur Deliana.

Perjalanan itu ia lanjutkan dengan kembali mempelajari ilmu kecantikan di Singapura. Namun, kliniknya pun tidak langsung sukses. Pada awal beroperasi, kliniknya hanya menangani rata-rata dua pasien setiap harinya. Sebagai cara promosi, ia hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut (word of mouth). Untuk menarik pelanggan, ia pun mempelajari karakter dari para konsumennya.

“Pasien di Jambi umumnya sering melakukan perjalanan ke luar negeri, sehingga mereka akan bertanya mesin apa yang kami gunakan untuk perawatan kemudian akan membandingkan dengan di Singapura. Apabila sama, maka akan kembali ke sini lagi,” kisahnya. 

Kualitas kliniknya pun terus ditingkatkan demi memuaskan konsumennya. Mulai dari pemilihan krim wajah hingga mesin-mesin yang digunakan untuk perawatan, semuanya menggunakan standar yang tinggi. Sehingga para pasien bisa melihat bahwa kualitasnya dan pelayanannya tidak kalah dengan klinik kecantikan di luar negeri.

Meskipun demikian, ia tak lantas berhenti meningkatkan kualitas klinik kecantikannya. Lanjutan dari kisah perjalanan bisnis dr. Deliana ini akan dilanjurkan di bagian selanjutnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau