Advertorial

Mencari Wirausaha yang Mampu Berdayakan Masyarakat

Kompas.com - 24/11/2017, 09:20 WIB

Kini tren berkarier di dalam korporasi telah tergantikan dengan tren berwirausaha. Semakin hari jumlah usia produktif yang memilih untuk membangun bisnisnya sendiri semakin bertambah.

Keputusan untuk berbisnis secara mandiri tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang berisiko, melainkan langkah untuk bebas dari keterbatasan. Dengan berwirausaha waktu dan target kerja bisa diatur sendiri secara fleksibel.

Namun sayang, belum banyak wirausaha yang memandang bahwa ukuran kesuksesan dari bisnis yang dibangunnya bukanlah semata perkembangan profit melainkan juga dampak positifnya bagi masyarakat.

Wirausaha yang baik haruslah mampu menyuntikkan inspirasi, semangat, dan memberdayakan masyarakat di sekitarnya. Contohnya seperti yang dilakukan oleh lima wirausaha Nike Lidyastuti Aritovani (34), Adrian Asharyanto Gunadi (41), Gibran Chuzaefah Amsi El Farizy (28), Irma Suryati (42), dan Marshall Pribadi (27).

Kelima wirausaha ini menekuni bidang usaha berbeda-beda, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, peternakan dan pertanian, hingga teknologi finansial (fintech). Namun satu benang merah yang bisa ditarik dari bisnis kelimanya adalah manfaat dan dampak positif yang diberikan untuk memberdayakan masyarakat.

Nike Lidyastuti Aritovani melalui bisnis makanan siap saji berbahan ikan dengan merek Nacha berhasil memberdayakan masyarakat di Ambon, tempat domisili bisnisnya.

Ide awal Nike untuk mendirikan usaha ini pada 2009 adalah karena kesadarannya akan hasil laut yang melimpah di Maluku. Terutama ikan tuna, tongkol, dan cakalang. Namun sayang, berbanding terbalik dengan ikan yang melimpah, konsumsi serta pengolahan ikan-ikan tersebut masih minim.

Dari situlah muncul ide untuk mengolah ikan-ikan tersebut menjadi aneka jenis makanan siap saji yang praktis dan tinggal dikonsumsi berupa abon ikan, dendeng ikan, dan sambal cakalang. Produk dipasarkan di Ambon, Manado, Makassar, Denpasar, hingga Surabaya.

Nelayan dan pengusaha cold storage bisa datang langsung ke rumah produksi untuk menjual hasil tangkapannya. Sehingga penghasilan mereka lebih stabil. Sementara untuk membantu masyarakat, Nike mempekerjakan masyarakat sekitar di rumah produksinya.

Hampir serupa dengan Nike, Irma Suyani berhasil memberdayakan masyarakat di tempatnya berbisnis, yaitu Kebumen, Jawa Tengah melalui Mutiara Handycraft. Bisnis yang dibangunnya ini merangkul kaum difabel di wilayah domisilinya untuk dapat menopang hidup dengan penghasilan sendiri.

Mereka diajari mengolah limbah garmen berupa kain perca menjadi pakaian, bed cover, keset, dan lain-lain. Hasil kreasi mereka dipasarkan ke berbagai wilayah di Indonesia dan diekspor ke Australia.

Sementara, Gibran Chuzaefah Amsi El Farizy dengan bisnisnya eFishery memberi solusi bagi petani ikan dan udang untuk memangkas inefisiensi waktu dalam mengelola peternakannya.

Ia menciptakan mesin pakan yang dapat diprogram melalui smartphone oleh para petani untuk memberi pakan otomatis pada ikan dan udang di waktu-waktu yang ditentukan. Petani ikan dan udang tidak perlu tinggal 24 jam di waduk.

Sementara Adrian Asharyanto Gunadi dan Marshall Pribadi menyasar bidang berbeda yaitu fintech. Digitalisasi kini juga telah menjamah ranah keuangan. Adrian menciptakan inovasi untuk memudahkan individu dan UKM yang sulit mendapat akses pinjaman bank untuk permodalan.

Inovasi tersebut diberi nama Investree, sebuah marketplace peer to peer investasi yang merevolusi cara mengajukan dan memberi pinjaman untuk usaha. Berbeda dengan Adrian, Marshall Pribadi, menciptakan Privy, penyedia layanan teknologi tanda tangan elektronik yang dapat mempermudah dan mengamankan setiap transaksi keuangan.

Dampak positif dan inspirasi yang diberikan kepada masyarakat tersebut mengantar kelima pelaku wirausaha ini menjadi peraih Danamon Entrepreneur Awards 2017. Sebuah apresiasi yang diberikan Danamon untuk para pelaku wirausaha yang berhasil memberdayakan masyarakat dan lingkungan, meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar, serta membangun masyarakat menjadi lebih maju.

Penghargaan tahun ini terbagi atas lima kategori yaitu yang telah menunjukkan prestasi kinerja mengagumkan dan juga peduli kepada masyarakat dengan cara memberdayakan masyarakat sekitarnya sehingga meningkatkan taraf hidup dirinya sendiri dan lingkungannya.

Melalui ajang penghargaan ini Danamon berharap wirausaha dan Industri Kecil Menengah (IKM) yang berdaya saing kuat bertumbuh di tanah air. Lebih banyak lapangan kerja baru terbuka dan angka pertumbuhan ekonomi nasional semakin tinggi.

Anda bisa ikut berpartisipasi memajukan ranah wirausaha tanah air dengan memberikan dukungan bagi kelima peraih di www.danamonawards.org/dukung. Berikan suara sebanyak-banyaknya untuk wirausaha favorit Anda. Hasil voting dan pemberian penghargaan akan diumumkan pada 6 Desember 2017 mendatang.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau