Kilas

Gus Ipul Didaulat Jadi "Bapak Pecinta Burung"

Kompas.com - 25/11/2017, 22:47 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Komunitas Pencinta Burung Puter Jawa Timur mendaulat
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai Bapak Pecinta Burung. Gelar baru itu disematkan kepada Gus Ipul saat menghadiri Liga Puter Jawa Timur VII di Pasar Jambangan, Surabaya, Sabtu (25/11/2017).

Bambang, Ketua Panitia Liga Puter Jawa Timur VII, mengatakan, bahwa selama ini Gus Ipul memang selalu peduli dan kerap hadir dalam acara-acara penghobi burung.

"Karenannya, dalam kesempatan ini, kami penghobi burung mendaulat Gus Ipul sebagai Bapak Pelindung Burung dan Bapak Pecinta Burung," katanya.

Pihaknya mengaku kerap menggelar lomba burung minimal setiap dua minggu sekali. Gus Ipul, kata Bambang, selalu mendukung.

"Oleh karenanya, sudah sangat pantas kalau Gus Ipul kami juluki Bapak Pecinta Burung," ujarnya.

Gus Ipul sendiri mengapresiasi digelarnya Liga Puter Jawa Timur VII. Menurut Gus Ipul, penghobi burung tidak hanya meningkatkan kesejahteraan bagi para peternak, tetapi juga mampu menggerakkan sektor UMKM, khususnya perajin sangkar burung.

"Saya sangat bangga dan bersyukur atas kegiatan ini. Ada manfaat ekonomi yang bisa dilihat dari hobi burung ini, di antaranya banyak aksesori pada sangkar burung yang dibuat oleh UMKM Jatim," ujar Gus Ipul.

Jika sangkar burung terjual, kata Gus Ipul, maka dengan sendirinya para pelaku UMKM di sektor sangkar juga akan menerima keuntungan. Karena itu, memperbanyak kompetisi hobi burung perlu digalakkan.

"Ke depan, kegiatan seperti ini diharapkan bisa lebih banyak sehingga mampu memajukan perekonomian kita," ujarnya.

Liga Puter Jawa Timur VII diikuti oleh ratusan penghobi burung dari berbagai  daerah di Jawa Timur. Mereka yang mengikuti perlombaan di antaranya berasal dari Surabaya, Banyuwangi, Jember, Mojokerto, Jombang, Madiun, Kediri, serta Madura. (Kontributor Surabaya/Achmad Faizal)

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau