Advertorial

Indonesia dan China Pererat Kerja Sama Bidang Pendidikan Tinggi

Kompas.com - 27/11/2017, 13:04 WIB

Hasil kerja sama antara Indonesia dan RRT dalam kerangka kerja sama bilateral hubungan antar masyarakat adalah telah ditandatanganinya nota kesepahaman kerja sama bidang pendidikan tinggi pada tahun 2015 di Jakarta, serta dua nota kesepahaman tentang program beasiswa dan mutual recognition in academic higher education qualification pada tahun 2016 di Guiyang, China.

Menindaklanjuti hal tersebut, Minggu (26/11/2017), bertempat di Hotel Kartika Chandra, Kementerian Pendidikan China mengadakan Indonesia-China Higher Education Networking and Exhibition. Kegiatan ini diadakan untuk lebih memperkenalkan pendidikan tinggi sekaligus perguruan tinggi di China kepada masyarakat Indonesia, serta meningkatkan kerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia.

- -

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI menyambut baik acara ini dengan melibatkan beberapa perguruan tinggi di Indonesia untuk meningkatkan jejaring antara perguruan tinggi Indonesia dan China.

“Saya kira kita harus menyambut baik pameran pendidikan ini. Ini kesempatan bagi pemuda-pemudi Indonesia untuk mendapatkan full scholarship dari perguruan tinggi China. Kita juga berharap tidak hanya mahasiswa kita saja yang belajar di sana, tetapi juga ada pertukaran mahasiswa dari China ke Indonesia”, ujar Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK Agus Sartono.

- -

Agus menambahkan bahwa Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI telah bekerja sama mewujudkan Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani pada tahun 2015 dan 2016 tersebut. Pameran pendidikan ini diharapkan dapat mendorong terjadinya pertukaran mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa untuk saling belajar dari masing-masing Negara.

Tercatat sebanyak 35 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia mengikuti pameran pendidikan ini, di antaranya adalah ITB, UI, IPB, UNAIR, UGM, UNDIP, ITS, ISBI Bandung, ISI Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Malang dan Universitas Kristen Petra Surabaya. Sedangkan dari China terdapat 29 perguruan tinggi, seperti Beijing Institute of Technology, Zhejiang University, Tsinghua University dan South China University of Technology.

- -

Kegiatan pameran pendidikan tinggi di China ini pun mendapat respons yang sangat baik dari para lulusan SMA maupun Sarjana Indonesia. Tampak pada acara sore hari ini,  pengunjung pameran sangat antusias untuk bertanya tentang peluang masa depan untuk bersekolah di PT China, serta kemungkinan untuk melakukan kolaborasi dengan PT Indonesia.

Dalam sesi networking antar PT Indonesia China, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Indonesia yang diwakili oleh Dr Purwanto Subroto memimpin jalannya sesi networking. Sesi ini juga melibatkan perguruan tinggi di Indonesia yang bertekad untuk meningkatkan jejaring antara perguruan tinggi Indonesia dan China serta mempererat terjalinnya kerja sama dalam bentuk program mobility, riset bersama, mutual recognition dan pertukaran informasi.

- -

Pembukaan pameran pendidikan tinggi China ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Perdana Menteri China  YM Liu Yandong didampingi Seskemenko PMK, YB Satya Sananugraha. Hadir dalam acara ini Menteri Pendidikan China Yuan Guiren, Menteri Riset dan Teknologi China Wan Gang, Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Agus Sartono dan  Staf Ahli Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Bidang Akademik, Paulina Pannen.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau