Advertorial

Dukung Ekonomi Berkeadilan, BCA Dorong Revitalisasi dan Pemberdayaan Warung

Kompas.com - 28/11/2017, 15:20 WIB

Di tengah gempuran berbagai ritel modern seperti minimarket dan supermarket, ritel tradisional seperti warung terus berjuang untuk bertahan di tengah persaingan. Menyadari keadaan ini, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan komitmennya untuk mendorong pemberdayaan ritel tradisional.

BCA dan enam lembaga perbankan lainnya, yakni BRI, BNI, BRI Syariah, Bank Mandiri Syariah, dan Bank Sinarmas, bersama-sama menjalankan program pemberdayaan bagi warung binaan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart).

Program ini merupakan bentuk kepedulian dan keberpihakan ritel modern terhadap kebedaraan dan pemberdayaan warung. Salah satunya berupa pemberian bantuan modal dari perbankan kepada pemilik warung binaan Alfamart. Bantuan secara simbolis diberikan oleh Excecutive Vice President BCA Liston Nainggolan dan disaksikan oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukit di Kantor Pusat Alfamart, Tangerang.

Data Nielsen menunjukkan ada lebih dari tiga juta warung pada tahun 2014 lalu. Jumlah ini memerlukan perhatian dari semua peangku kepentingan, termasuk dari ritel modern dan perbankan. Semua harus saling membantu dalam mendukung tumbuh kembang warung, sesuai dengan kebijakan pemerintah dalam mengembangkan sektor ritel, baik modern maupun tradisional.

Secara simbolis, Liston menyerahkan bantuan modal Kredit Usaha Rakyat senilai Rp 25 juta kepada dua debitur warung binaan Alfamart. Ini bukanlah kali pertama, sebelumnya BCA telah memberikan bantuan serupa kepada warung binaan Indogrosir. BCA pun berharap bantuan ini dapat meningkatkan kapasitas usaha warung secara maksimal.

“BCA tak pernah berhenti menawarkan beragam solusi perbankan untuk menjawab kebutuhan finansial nasabah dari berbagai kalangan. Oleh karena itu, BCA mendukung program kemitraan antara warung tradisional dengan ritel modern yang digagas oleh Asosiasi Perngusaha Ritel Indonesia (APRINDO)”, tutur Liston.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Roy Mandey pun menyambut positif kerja sama ini. Ia pun menyatakan komitmen APRINDO untuk terus mendukung peorgam kemitraan antara ritel modern, perbankan, dan warung tradisional seperti yang diagendakan Kementerian Perdagangan RI.

"Dengan dukungan berbagai pihak, tentunya akan lebih banyak warung tradisional yang bisa dirangkul melalui program kemitraan ini. Lebih dari itu, kami berharap program ini tidak hanya menjadi besar tetapi juga berkelanjutan," ujarnya.

Selain kemitraan dengan ritel modern, langkah lain pun akan dilakukan untuk mensukseskan program ini. Antara lain dengan merevitalisasi berbagai warung tradisional di seluruh Indonesia.

Sumber: Smart-money.co

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau