Advertorial

Dukung Pertumbuhan Industri Manufaktur, Pameran Manufacturing Indonesia 2017 Digelar

Kompas.com - 29/11/2017, 08:52 WIB

Berkembangnya sektor industri manufaktur di Indonesia, mendorong Pamerindo Indonesia untuk kembali mengadakan Pameran Manufacturing Indonesia 2017, pada 6-9 Desember 2017 mendatang di JIExpo Kemayoran.

I Gusti Putu Suryawirawan, Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), menyampaikan pertumbuhan sektor manufaktur mengalami peningkatan signifikan.

Peningkatan tersebut menurutnya, diperoleh dari kenaikan permintaan produk secara domestik maupun global. Peningkatan tersebut mendorong industri nasional untuk lebih banyak menggunakan bahan lokal.

Menurut data yang dia berikan, pada kuartal III tahun 2017, industri manufaktur non migas mencatat pertumbuhan industri year-on-year (yoy) sebesar 5,49 persen, sementara pertumbuhan industri kumulatif yoy sektor ini di Kuartal ketiga 2017 telah mencapai 4,71 persen.

Didukung oleh permintaan domestik dan internasional, menurut Putu, industri manufaktur di Indonesia semakin berkembang. "Pemerintah sekarang menyediakan berbagai insentif. Misalnya, seperti tax holiday dan tax allowances, untuk produsen yang mampu menarik investasi, baik domestik maupun asing. Kami juga memberi penghargaan kepada mereka atas produk berkualitas tinggi mereka,"katanya.

Berkaitan dengan pameran Manufacturing Indonesia 2017 yang akan berlangsung 6 – 9 Desember 2017 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Putu menyambut baik dan memuji Pamerindo Indonesia. Selaku penyelenggara Pamerindo dipandang mampu membuat pameran yang berkualitas termasuk mendatangkan pengunjung yang sesuai dengan segmentasi bisnisnya.

Pada kesempatan yang sama Project Director Pamerindo Indonesia, Maysia Stephanie, mengatakan bahwa penyelenggaraan Pameran Manufacturing Indonesia yang dilakukan secara rutin setiap tahun dimaksudkan untuk mendukung pertumbuhan industri manufaktur dalam negeri.

"Kami mengundang perusahaan mancanegara untuk datang ke Indonesia dan mengenalkan beragam teknologi terkini kepada pabrikan. Kami pun mendatangkan para buyer yang sesuai dengan segmentasi pameran kami, yaitu B2B," terangnya.

Tak hanya pameran, kali ini Pamerindo juga mengadakan seminar dan kompetisi, antara lain The First Welder Contest BUMN 2017 and Competition, Spinning Tool Competition, dan juga Product Spotlight Theatre.

Manara Lodewijk Hutapea, selaku Presiden Ikatan Teknik Pengelasan Indonesia (ITPE - IWES) menyambut baik kegiatan The First Welder Contest BUMN 2017 and Competition yang diadakan tersebut.

Ia menerangkan, berbagai industri akan mengikuti The First Welder Contest BUMN 2017 and Competition tersebut. Antara lain adalah industri pesawat terbang, industri alat berat dan angkutan khusus, industri perawatan mesin-mesin turbin dan rotating equipments, industri pupuk, industri perkapalan, konstruksi, industri farmasi, serta industri perawatan mesin pesawat terbang.

Hadi Suryadipraja, Sekjen Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) juga sependapat mengenai peningkatan industri manufaktur khususnya di sektor otomotif. "Kami optimis industri otomotif di segmen ini akan meningkat, bahkan di tahun ini saja, khususnya kendaraan niaga angkanya meningkat 80 persen," jelas Hadi.

Bersamaan dengan Pameran Manufacturing Indonesia 2017 yang diperkirakan akan menghadirkan 1.800 perusahaan dari 30 negara, Pamerindo Indonesia juga menghadirkan beragam pameran lainnya seperti Machine Tool Indonesia 2017, Tool & Hardware Indonesia 2017, dan Industrial Automation & Logistics Indonesia 2017.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau