kabar mpr

Menyambut Tahun Politik, MPR Meminta Masukan dan Koreksi

Kompas.com - 04/12/2017, 13:38 WIB

Menyambut tahun 2018 yang juga disebut-sebut sebagai tahun politik, Sekretariat Jenderal MPR RI khususnya pada bidang kehumasan mengadakan acara Media Expert Meeting dengan tema Evaluasi Pelaksanaan Publikasi dan Diseminasi Informasi Kegiatan MPR. Acara yang diadakan di ruang pertemuan Hotel The Jayakarta Suites Labuan Bajo NTT ini dihadiri oleh 39 perwakilan dari berbagai media cetak, elektronik, dan juga online. 

Tahun politik memang menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, Kepala Biro Humas Siti Fauziah menyampaikan bahwa masukan media sangat penting tentang metode dan sasaran Sosialisasi Empat Pilar. 

“MPR membutuhkan komunikasi guna mensukseskan program-progam MPR, khususnya Sosialisasi Empat pilar agar tetap terjaga dan tidak turut dalam hiruk-pikuk jelang tahun politik,” jelas Siti Fadilah. 

Karena itu, lanjutnya, menghadapi tahun politik ini lembaga MPR perlu mendapat masukan dan koreksi tentang Sosialisasi Empat Pilar MPR.  "Kami mohon masukannya menghadapi tahun politik itu supaya Sosialisasi Empat Pilar MPR dan keberadaan MPR tetap terjaga," katanya.  

Senada dengan Siti Fadilah, Kepala Bagian Pemberitaan, Layanan Informasi dan Hubungan Antar Lembaga Muhammad Jaya juga berharap dengan pertemuan ini media bisa melakukan sharing bersama dengan MPR.  

"Sharing untuk mendapatkan masukan dalam hal dukungan media untuk pemberitaan MPR apalagi menghadapi tahun 2018 dan 2019 sebagai tahun politik," ujarnya. 

Tujuan Media Expert Meeting ini selain untuk mendapatkan masukan juga untuk mempererat komunikasi dengan media. Seperti halnya media, MPR sendiri sebagai lembaga negara representasi dari perwakilan partai politik dan kelompok DPD dalam menghadapi tahun politik 2018 dan 2019 harus tetap berpijak pada posisi netral. 

Diharapkan membuat terobosan 

Pada momen ini berbagai perwakilan media juga mengapresiasi kinerja MPR khususnya pada program Sosialisasi Empat Pilar ini. 

“Sejak mulai digagas pada jamannya Pak Taufik (Taufik Kemas), sosialisasi ini sudah berjalan dengan baik,” ungkap salah seorang peserta. 

Namun, seluruh peserta mengharapkan berbagai terobosan baru agar Sosialisasi Empat Pilar MPR ini bisa lebih berdampak. Karena banyak yang melihat Empat Pilar tersebut tidak diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Baik oleh masyarakat biasa bahkan sampai pejabat publik. Terlebih lagi ketika banyaknya hoax dan hate speech yang marak beredar di sosial media. 

Terobosan-terobosan tersebut mulai dari lebih mengutamakan sosialisasi kepada anak-anak yang masih duduk di sekolah dasar agar Empat Pilar tersebut tertanam pada karakter mereka sedari kecil. Tidak hanya itu, terobosan lainnya yang disarankan juga pada pengemasan konten yang lebih menarik, khususnya disesuaikan dengan generasi zaman sekarang. 

Beberapa masukan di antaranya mendorong pemanfaatan media sosial seperti pembuatan vlog untuk youtube atau instagram sehingga menarik perhatian generasi milenial, dan juga melibatkan komedian (stand up comedy). 

Masukan lainnya adalah pemberitaan Empat Pilar MPR dikemas lebih menarik seperti dilengkapi dengan info grafis, membuat komik, animasi film kartun, dan lomba penulisan Empat Pilar MPR yang diikuti generasi zaman now.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau