kabar mpr

Kecam Pemindahan Ibukota Israel, Zulhasan : Indonesia Bersama Palestina

Kompas.com - 07/12/2017, 15:09 WIB

JAKARTA--Keputusan Amerika Serikat mendukung pemindahan ibukota Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem adalah tindakan yang bisa membahayakan proses perdamaian di Timur Tengah. "Saya mengecam keras keputusan Presiden Donald Trump yang gegabah ini," kata Ketua MPR RI Zulkifli Hasan Kamis (3/12) di MPR

Amerika Serikat menjadi negara pertama yang mendukung dan mengakui pemindahan ibukota Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem. Keputusan ini memicu reaksi keras dari komunitas muslim di seluruh dunia.

Menurut Zulhasan sapaan akrabnya, bangsa Indonesia wajib mengecam keputusan Trump ini karena bertentangan dengan UUD 1945. "Amanat UUD 45 jelas menentang penjajahan di muka bumi karena bertentangan dengan prikemanusiaan dan prikeadilan," tegas Zulhasan kepada wartawan.

Zulhasan menambahkan, sikap Trump itu berarti mendukung penjajahan, dan karenanya wajib ditentang, bukan hanya oleh umat Islam tapi oleh seluruh bangsa Indonesia dan masyarakat dunia yang menentang penjajahan.

Zulhasan menyadari bahwa umat Islam pasti kecewa dengan perkembangan ini termasuk umat Islam Indonesia. Tetapi, Zulhasan mengingatkan agar umat Islam Indonesia tidak berbuat anarkhis.

"Serahkan kepada pemerintah untuk mengambil langkah diplomatik yang tegas," pungkas Zulhasan.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau