kabar mpr

Empat Pilar MPR RI untuk Generasi Muda

Kompas.com - 08/12/2017, 17:29 WIB

Ketua MPR RI (Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia), Zulkifli Hasan sangat berharap agar para generasi muda saat ini bisa mengamalkan upaya pemahaman Empat Pilar MPR RI.

Empat Pilar MPR RI yakni Pancasila, UUD (Undang-undang Dasar) Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), dan Bhinneka Tunggal Ika. Zulkifli Hasan selaku pembicara menerangkan kepada civitas akademik Universitas Krisnadwipayana agar sepenuhnya paham akan nilai-nilai luhur bangsa sesuai Empat Pilar MPR RI.

"Empat Pilar MPR RI ini sangatlah dibutuhkan oleh generasi muda saat ini agar mengalami kemajuan dalam hal bidang apa pun dan kemajuan tersebut merata di seluruh Indonesia," tutur Ketua MPR RI di Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Perhatian pada nilai-nilai luhur bangsa merupakan modal dasar membentuk generasi muda yang berkualitas, memiliki rasa nasionalisme tinggi, dan pekerja keras.

"Seharusnya kita sebagai bangsa Indonesia bangga dengan apa yang kita punyai saat ini karena Indonesia begitu kaya dari negara lainnya, tetapi kekayaan Indonesia belum dimanfaatkan dengan benar oleh bangsanya sendiri. Untuk itu besar harapan saya untuk generasi muda yang ada di sini bisa memanfaatkan kekayaan Indonesia dengan baik dan benar sesuai dengan Empat Pilar MPR RI," ujar Zulkifli Hasan.

Empat Pilar MPR RI mempunyai peran penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara agar tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif. Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus dipegang teguh demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Pancasila merupakan ideologi dan konsesus nasional untuk mengikat bangsa Indonesia yang demikian besar dan majemuk. Pancasila juga merupakan sumber jati diri, kepribadian, dan moralitas, untuk menjaga persatuan bangsa.

Perbedaan agama, suku, dan ras bukanlah halangan untuk NKRI yang bersatu. Maka dari itu kesatuan bangsa dan negara harus selalu dijaga di tengah perbedaan, terlebih tidak ada negara lain dengan kebhinekaan seperti Indonesia.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau