Kilas

Begini Cara Emil Dardak Dongkrak Kesejahteraan Rakyat

Kompas.com - 08/12/2017, 20:03 WIB


TRENGGALEK,  KOMPAS.com - Segala upaya dilakukan pemerintah Trenggalek Jawa Timur untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui penigkatan sektor ekonomi.

Bukan cuma memberikan pelayanan maksimal kepada para pemodal, Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga mempromosikan potensi daerahnya ke kancah nasional maupun internasional. Salah satunya melalui portal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Timur.

Kepala Bidang Penanaman Modal Kabupaten Trenggalek Sigit Wahyu Adi mengungkapkan, setidaknya ada dua wilayah di Trenggalek yang diproyeksikan mampu menggaet minat para pemodal.

Bupati Trenggalek Emil Dardak memilih dua wilayah andalan yaitu kota maritim baru Prigi di Kecamatan Watulimo dengan segenap keunggulannya, serta minapolitan di wilayah Kecamatan Panggul.

Baca: Begini Tren Pertumbuhan Investasi di Trenggalek

Pada portal Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut, informasi yang disajikan lengkap dengan klasifikasi atau pemetaan potensi.

"Artinya ada grade yang bisa dipantau oleh para pemodal mengenai status wilayah tersebut. Misalnya, terkait kesiapan regulasi atau kebijakan pada wilayah tersebut hingga sarana prasarana penunjang investasi, seperti infrastruktur yang memadahi sehingga mempermudah mobilitas usaha di lokasi itu,” ujarnya.

Dua potensi daerah yang ditawarkan Trenggalek tersebut saat ini sudah masuk dalam kategori baik. Regulasi yang mengatur pengelolaan potensi daerah Trenggalek sudah siap. Dengan demikian, para pemodal tidak perlu khawatir dengan keberlangsungan usahanya.

Selain itu, sarana dan prasarana penunjang tengah dibangun. "Seperti di Panggul, Kami sedang membangun akses infrastruktur yang baik," katanya.

Rumah apung yang berada di perairan Pantai Prigi Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa timur. Rumah apung yang berada di perairan Pantai Prigi Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa timur.


Sementara itu, kota maritim Prigi telah memiliki akses yang jauh lebih dari kata layak. Bahkan, pemerintah juga tengah mengupayakan keberadaan jalur perdagangan laut (pelabuhan niaga).

Adanya pelabuhan niaga di kawasan Trenggalek bakal menjadi alternatif saat pantai utara Jawa penuh sesak dengan bongkar muat barang.

"jika akses Jogja-Malang sudah terhubung dengan jalur lintas selatan, itu juga menjadi pertimbangan bagi pemodal yang berniat masuk di Trenggalek nantinya,” ujarnya. (KONTRIBUTOR TRENGGALEK/ SLAMET WIDODO)

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau