Advertorial

Berbagi Berkah Merangkul Asa Pendidikan Anak Indonesia

Kompas.com - 11/12/2017, 23:46 WIB

Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2016, tercatat 70% infrastruktur ruang kelas untuk pendidikan di Indonesia mengalami kerusakan. Bahkan, 152.000 ruang kelas dari persentase tersebut, mengalami kerusakan dalam kategori parah atau berat. Kondisi tersebut tentu membuat kegiatan belajar mengajar menjadi tidak kondusif. Keresahan dan merasa terancam dengan kondisi bangunan sekolah yang memprihatinkan, setiap hari membayangi para generasi penerus bangsa.

Bukan di pelosok saja yang memiliki kondisi ruang kelas sekolah yang memprihatinkan, dan mengancam jutaan anak Indonesia dalam kegiatan belajarnya. Tak jauh dari ibukota, di Madrasah Ibtidaiyah Mathlaul Huda Batok, Tenjo, Kabupaten Bogor, ratusan siswanya belajar di bawah atap ruang kelas yang nyaris roboh. Lebih dari 30 tahun berdiri, bangunan MI Mathlaul Huda Batok, layak untuk mendapatkan pemugaran atau renovasi.

Ya, MI Mathlaul Huda Batok adalah salah satu dari ribuan sekolah dengan kondisi ruang kelas rusak. Bahkan sekitar dua tahun lalu, di kota penyangga ibukota, tepatnya di SDN 01 Sawangan Depok, ratusan siswanya juga mengalami keresahan belajar yang sama, yaitu lantaran ruang kelas tak layak pakai dan nyaris roboh. Kucuran dana dari pemerintah tak cukup untuk merenovasi semua ruang kelas di sekolah tersebut. Hingga akhirnya, program infak via kasir yang diinisiasi Dompet Dhuafa dan Hypermart (PT. Matahari Putra Prima), dapat kembali menyemai senyum siswa-siswi SDN 01 Sawangan. Mereka tak khawatir lagi saat belajar di sekolah. Karena tak hanya ruang kelas baru dan nyaman, guliran program sinergi bersama dari Dompet Dhuafa juga menghadirkan mushala baru untuk beribadah.

Dua sekolah tersebut hanyalah potret terdekat dari kondisi nyata infrastruktur pendidikan di Indonesia, yang tentunya juga sangat dekat lokasinya dari ibukota. Bukan tak mungkin lagi, jika di pelosok sana, di pulau-pulau terluar bangsa, masih banyak anak-anak Indonesia belajar dalam keresahan, kekhawatiran maupun ancaman jiwa lantaran ruang kelasnya nyaris roboh, dan siap menimpa siapa saja dalam waktu yang tak disangka.

Di #BulanKemanusiaan ini, Dompet Dhuafa kembali mengajak semua untuk berperan dalam mengupayakan ruang-ruang pendidikan terbaik anak bangsa. Karena dari pendidikan, generasi unggulan nan gemilang Indonesia, terlahir di sana. Sinergi dan gerak bersama menjadi jalan terbaik merawat Indonesia, menjaga asa dari cita-cita anak bangsa.

Mari bantu mereka dengan menghadirkan ruang kelas yang layak dan nyaman untuk belajar. Di #BulanKemanusiaan bisa saja ini menjadi langkah awal kita berperan sebagai pahlawan bagi sesama. Pahlawan yang tak harus berperang mengusir penjajah. Tetapi adalah pahlawan yang berani berperan dengan memberikan apa yang kita punya, untuk kemuliaan sesama. Saatnya berbagi berkahmu di kemanusiaan.dompetdhuafa.org , untuk terus merangkul asa bagi Indonesia.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau