Advertorial

Ini Alasan Mengapa Traveling Naik Kereta Lebih Asyik

Kompas.com - 12/12/2017, 11:25 WIB

Akhir tahun sudah dekat. Ini berarti saatnya kamu mulai merencanakan liburan panjang untuk membayar semua kerja keras, jam lembur, dan bergadang sepanjang tahun. Nah, agar efek liburan lebih terasa, sebaiknya kamu memilih untuk berpetualang ke luar kota.

Ada beberapa destinasi wisata di luar kota yang saat ini sedang hits. Kamu bisa pergi ke Yogyakarta. Di sana ada tempat-tempat wisata keren yang cocok untuk mengisi feed Instagram. Misalnya saja, Tebing Breksi, Kebun Tebu Gendu, atau Bukit Lintang Sewu.

Sedikit ke timur kamu bisa menjajal liburan di Malang yang sering disebut Swiss-nya Indonesia. Sekalian melihat matahari terbit di Gunung Bromo. Nah, selain itu kamu harus coba berangkat dan pulang naik kereta. Mengapa?

1. Nyaman dan fleksibel

Berkat sejumlah perbaikan dan transformasi yang dilakukan PT KAI terhadap sistem perkeretaapian, kita saat ini bisa menikmati perjalanan antar kota naik kereta dengan lebih nyaman. Saat ini setiap kereta api jarak jauh memiliki gerbong yang bersih. Fasilitasnya pun banyak dan keamanannya terjamin.

Nah asyiknya lagi jika naik kereta, sepanjang perjalanan kamu bisa berjalan-jalan dari gerbong satu ke yang lain untuk meluruskan pinggang. Jika bosan, datang saja ke gerbong restorasi untuk makan sambil menikmati pemandangan.

2. Bisa mampir di banyak kota

Kereta jarak jauh biasanya berhenti di stasiun-stasiun di beberapa kota. Terkadang setiap satu stasiun berhentinya lumayan lama. Kamu bisa melihat-lihat, atau beli oleh-oleh dulu dari setiap kota.

3. Perjalanan ditemani pemandangan

Ini yang terbaik. Jalur kereta jarak jauh kita dikelilingi oleh pemandangan desa, sawah-sawah, pegunungan, hingga lembah yang menakjubkan indahnya. Jadi perjalanan kamu tidak akan membosankan. Oleh karena itu, jangan lupa pilih tempat duduk dekat jendela ya...

4. Tidak tersiksa macet

Berbeda dengan perjalanan dengan bus, kamu tidak akan terjebak berjam-jam dalam kemacetan jika traveling ke luar kota naik kereta. Musim liburan arus kendaraan di tol yang menuju ke luar Jakarta memang super padat. Naik kereta, kamu lebih efisien waktu. Asal ingat saja, peminat kereta juga mulai bertumbuh saat ini. Beli tiket harus dari jauh-jauh hari jika tidak mau kehabisan.

5. Tiket terjangkau

Harga tiket kereta lebih terjangkau daripada tiket pesawat. Kamu bisa lebih hemat budget transportasi liburan dan mengalokasikannya untuk mencoba kuliner di destinasi liburanmu, atau untuk mencoba atraksi-atraksi seru lainnya.

Saat ini membeli tiket kereta juga lebih mudah. Tidak perlu lagi antre di stasiun atau minimarket yang bekerja sama dengan PT KAI. Kamu bisa pesan tiket kereta di Tokopedia.

Beli tiket kereta di situs jual beli online ini ada banyak keuntungannya. Kamu bisa memesan dua bulan lebih awal dari rencana keberangkatan, bisa pilih kursi sendiri, jadwal dan pilihan rutenya lengkap, transaksi pembayaran lebih aman dan tersedia dalam berbagai metode pembayaran. Selain itu terkadang ada promo cashback atau diskon yang bisa kamu nikmati.

Selain menyediakan tiket kereta, Tokopedia juga menyediakan layanan pembelian tiket konser terpercaya online. Kamu yang lebih memilih mengisi liburan di Jakarta dengan menonton konser bisa memanfaatkan layanan ini.

Liburan seru dimulai dari Tokopedia.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau