Advertorial

Pentingnya Tata Kelola Perusahaan yang Baik Sebelum Go Public

Kompas.com - 13/12/2017, 09:48 WIB

Meningkatkan keuntungan, ekspansi bisnis, atau menambah modal adalah tujuan yang umumnya ditemui perusahaan. “Banyak jalan menuju Roma” adalah peribahasa yang tepat dalam upaya mencapai target tersebut. Salah satu jalan yang bisa ditempuh adalah lewat Initial Public Offering (IPO) atau yangdikenal dengan istilah Go Public.

Secara umum, IPO merupakan langkah perusahaan menawarkan sahamnye kepada publik untuk pertama kalinya. Langkah ini dilakukan untuk menghimpun dana dari masyarakat melalui kepemilikan saham tersebut. IPO yang dilakukan dapat memperbesar kemungkinan sebuah perusahaan untuk meningkatkan nilai kapitalisasinya.

“Perusahaan bisa Go Public tanpa perlu menunggu nilai kapitalisasi yang besar. Apalagi, karena kinerja pasar modal yang cukup baik, perusahaan bisa (segera) merealisasikan rencana IPO. Ekonomi pun lebih bagus, kepercayaan lebih bagus, jadi waktunya memobilisasi dana,” kata Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio.

Meskipun telah umum dilakukan, masih banyak perusahaan berkembang yang belum melakukan IPO. Melihat kondisi ini, PT Bank Central Asia Ybk (BCA) mendukung BEI melalui pelaksanaan Workshop Road to Go Public with BCA. Pelatihan ini dilakukan untuk membangun awareness, membuka wawasana, serta konsultasi teknis terkait IPO. Kegiatan ini diikuti oleh 60 debitur korporasi dan komersial BCA yang belum melakukan IPO.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para debitur semakin yakin untuk melantai di bursa. Menurut Wakil Presiden Direktur BCA, Armand W. Hartono ada banyak keuntungan yang bisa diperoleh perusahaan yang melakukan IPO.

“Kami berharap debitur bisa menyadari manfaat permodalan yang diperoleh dari pasar modal dalam meningkatkan modal kerja perusahaan yang penting untuk pertumbuhan perusahaan, melakukan investasi, hingga melakukan akuisisi,” ujarnya.

Namun ia pun menegaskan perlunya persiapan yang matang sebelum IPO perusahaan. Salah satunya adalah dengan menerapkan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). BCA sendiri telah menerapkan GCG dengan berpedoman pada nilai transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, independensi, dan kewajaran. Bukan hanya baik bagi perusahaan, GCG juga bisa meningkatkankepercayaan publik terhadap perusahaan tersebut.

“Penerapan GCG menjadi penting karena dapat berkontribusi mempertahankan dan meningkatkan kelangsungan usaha yang sehat dan kompetitif dalam jangka panjang (sustainable) dan meningkatkan kepercayaan para investor, pemegang saham, dan pemangku kepentingan lain,” ungkapnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau