Kilas

Pesan Gus Ipul Untuk Pengusaha Muda Jatim

Kompas.com - 13/12/2017, 14:09 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berharap Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mampu menghadirkan pengusaha-pengusaha muda yang bisa bersaing di era perekonomian global.

"Kita ingin pengusaha muda, pengusaha kita sendiri yang menjadi pemenang di negeri ini. Kita tidak ingin melihat pengusaha negara lain menang di negeri kita," kata Gus Ipul ketika menghadiri pembukaan Musyawarah Daerah XIII Hipmi Jawa Timur di Surabaya, Selasa (12/12/2017).

Jumlah pengusaha di Indonesia saat ini masih cukup jauh jika dibandingkan dengan negara tetangga. Di Indonesia jumlah pengusaha saat ini baru 3,1 persen dari total jumlah penduduk, padahal Malaysia saat ini sudah memiliki pengusaha 6-7 persen.

"Kita hanya 3,1 persen. Artinya jumlah pengusaha muda lebih kecil lagi. Kita punya PR besar untuk menghadirkan pengusaha-pengusaha baru," kata Gus Ipul.

Semakin banyak pengusaha, kata dia,  lapangan pekerjaan juga akan semakin terbuka. Sebuah produk pasti akan memiliki produk turunan sehingga sebuah lapangan usaha akan menciptakan lapangan usaha turunan baru.

"Bikin TV misalnya, maka tetap butuh kardus, juga butuh tembaga dan lainnya. Jadi kalau muncul satu usaha baru akan memunculkan usaha-usaha turunan lainnya," ujarnya.

Gus Ipul berharap Hipmi bisa menjadi wadah untuk menelurkan pengusaha-pengusaha baru yang kuat dan tangguh. "Hipmi juga tempat membangun ekonomi kolaborasi. Saat ini siapa yang bisa bekerja sama yang bertahan. Siapa yang bersama yang menang," ucapnya.

Gus Ipul juga berharap bisa bersama-sama dengan Hipmi dalam mewujudkan hadirnya pengusaha baru sehingga kesejahteraan di Jawa Timur bisa semakin terjaga. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang selalu stabil di atas rata-rata nasional juga harus terus dijaga dan ditingkatkan.

Ketua Hipmi, Bahlil Lahadalia berharap Jawa Timur bisa menjadi lumbung pengusaha muda. Saat ini, pelaku UMKM di Indonesia telah mencapai 53 juta yang sebagian besar diantaranya berada di Jawa Timur.

"Lewat HIPMI ini, Jatim harus jadi lumbung pengusaha. HIPMI juga harus menjadi pusat penggemblengan pengusaha-pengusaha baru," kata Bahlil. (KONTRIBUTOR JAWA TIMUR/ACHMAD FAIZAL)

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau