Advertorial

Sahabat dan Keluarga yang Menginspirasi Kehidupan Warren Buffett

Kompas.com - 14/12/2017, 19:00 WIB

Anggapan bahwa pergaulan dapat mempengaruhi prestasi seseorang ternyata bukan isapan jempol belaka. Taifun kelas dunia seperti CEO Berkshire Hathaway, Warren Buffett pun setuju bahwa memilih teman dekat adalah hal yang penting untuk dilakukan. Menurutnya, dari teman-teman terdekatlah, seseorang bisa mempelajari pola pikir, kemampuan, dan keterampilan yang beragam.

Selama puluhan tahun berkecimpung dalam dunia bisnis, Buffett selalu menjaga lingkaran pertemanannya dengan orang-orang yang luar biasa. Dari teman-teman dekat itu, ia mendapatkan semangat dan dorongan untuk melakukan sesuatu dengan baik. Dari lingkaran itu pula, ia menemukan jalan untuk mengembangkan karir dan bisnisnya.

Meskipun tidak banyak, setidaknya ada enam orang terdekat yang membuat Bufett terus maju dalam bisnis dan kehidupannya.

Salah satunya adalah Jeff Bezos, pendiri Amazon sekaligus orang kedua terkaya di dunia versi majalah Forbes. Bezos disebut-sebut sebagai teman paling berpengaruh di kehidupan Buffett. Menurutnya, inovasi telah mengalir dalam darah Bezos yang membuatnya tidak pernah kehabisan ide dalam bisnis. Selain itu, hampir semua tebakan Bezos soal arah bisnis ke depan tak pernah meleset. Ia pun mampu bekerja tanpa kehilangan kebahagiaannya sendiri.

"Tak banyak pengusaha seperti dia. Ada beberapa pengusaha yang kita tahu tak mungkin dilawan, salah satunya dia (Jeff Bezos)," kata Buffett.

Sosok lain yang berpengaruh adalah Howar Homan Buffett, sang ayah yang memperkenalkannya pada buku dan investasi. Dalam bukunya, The Great Minds of Investing, ia menulis pesan ayahnya yang tidak terlupakan yaitu selalu melakukan yang terbaik dalam setiap hal.

"Ayah memang bekerja di bidang investasi. Ketika ada kesempatan makan siang di kantor, saya membaca buku di kantornya. Kalau pekerjaannya penjual sepatu, mungkin saya akan menjadi penjual sepatu," kisahnya.

Inpirasi lain juga datang dari Benjamin Graham, seorang professor di Columbia University yang menulis buku Intelligent Investor. Saat berusia 19 tahun, Buffett beberapa kali membaca buku yang menjadi sumber inspirasinya untuk filosofi dan strategi investasi.

Selain Graham, ada pula Charlie Munger yang bukan sekedar vice chairman dan rekan kerja Warren Bufett. Selama 60 tahun bekerja bersama, Munger selalu menginspirasi Buffett untuk meningkatkan dan memperbaiki bisnisnya. Demikian pula dengan Bill Gates yang telah dikenalnya selama lebih dari 26 tahun. Gates bahkan pernah mengutip Warren Buffett soal kebahagiaan orang-orang di sekitarnya sebagai cerminan kesuksesan seseorang.

Namun, inspirasi terbesar Warren Buffet datang dari mendiang istrinya, Susan Buffett. Ia menyebut ‘ultimate partnership’ yang terjadi dalam pernikahannya dengan Susan telah mengubah dan mendefinisikan hidup dan kesuksesannya.

"Ketika kamu seumurku, ukuran kesuksesan adalah banyaknya cinta yang kamu berikan. Gantinya, kamu juga akan semakin banyak mendapat cinta," kata Buffet.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau