Dalam merintis karier, setiap orang memiliki target yang berbeda-beda. Ada yang mengincar posisi tertentu, bercita-cita menjadi karyawan paling produktif, atau ada pula yang tak segan berpindah-pindah perusahaan sebelum akhirnya berlabuh pada pekerjaan impian.
Namun kadang apa yang diharapkan tidak sesuai bayangan. Banyak karyawan yang meninggalkan pekerjaan untuk mengejar karier impiannya ternyata justru menelan kekecewaan. Jika sudah terlanjur begitu, jangan buru-buru mengajukan pengunduran diri. Menurut penulis di situs pengembangan karier Glassdoor Luis Adolfo Gomez Espinoza banyak cara lain yang masih bisa dilakukan untuk menyelamatkan pekerjaan impian itu.
Sebelum memutuskan untuk mengundurkan diri, periksa kembali lembar kontrak dan kesepakatan yang telah ditandatangani. Cari informasi apakah saat ini Anda masih berada dalam masa percobaan (probation). Pelajari pula konsekuensi apa yang harus Anda terima jika mengundurkan diri. Jika memang masa percobaan belum usai dan tidak ada konsekuensi besar, maka mengundurkan diri bisa menjadi pilihan. Namun ingatlah untuk selalu menjaga hubungan baik dengan mantan rekan kerja.
Ketika sudah memutuskan untuk mengundurkan diri, maka Anda harus melalui exit interview. Dalam proses ini jawablah setiap pertanyaan dengan jujur. Sampaikan masalah yang terjadi di ruang lingkup kerja secara profesional. Ini merupakan kesempatan untuk menyampaikan apa yang Anda rasakan selama bekerja di sana.
Penyebab kekecewaan pun beragam, termasuk metode kerja yang kurang profesional. Jika ternyata bagian personalia bermurah hati memberikan kesempatan untuk bertahan, cobalah untuk menawarkan solusi dari permasalahan Anda. Namun, jika memang permasalahan berasal dari rekan kerja atau atasan yang tidak kooperatif, maka lupakan saja pilihan ini.
Meskipun mudah, mengundurkan diri adalah langkah drastis yang memiliki konsekuensi. Usahakan untuk belajar dari pengalaman di tempat kerja sebelumnya. Sehingga ketika kelak direkrut oleh perusahaan lain, gali sedalam mungkin informasi yang dibutuhkan terkait pekerjaan itu. Jika perlu, ungkap gambaran kinerja perusahaan dari pekerja yang ada di sana.
Hal paling penting untuk dilakukan adalah mencari informasi tentang perusahaan sebelum wawancara berlangsung. Gunakan situs profesional, media sosial, atau tanyakan langsung kepada para pekerja perusahaan itu agar lompatan kali ini tak lagi berujung pada kekecewaan.
Sumber: smart-money.co