Advertorial

Kekecewaan Akan Pekerjaan Idaman Tak Harus Diobati dengan Mengundurkan Diri

Kompas.com - 19/12/2017, 18:29 WIB

Dalam merintis karier, setiap orang memiliki target yang berbeda-beda. Ada yang mengincar posisi tertentu, bercita-cita menjadi karyawan paling produktif, atau ada pula yang tak segan berpindah-pindah perusahaan sebelum akhirnya berlabuh pada pekerjaan impian.

Namun kadang apa yang diharapkan tidak sesuai bayangan. Banyak karyawan yang meninggalkan pekerjaan untuk mengejar karier impiannya ternyata justru menelan kekecewaan. Jika sudah terlanjur begitu, jangan buru-buru mengajukan pengunduran diri. Menurut penulis di situs pengembangan karier Glassdoor Luis Adolfo Gomez Espinoza banyak cara lain yang masih bisa dilakukan untuk menyelamatkan pekerjaan impian itu.

Sebelum memutuskan untuk mengundurkan diri, periksa kembali lembar kontrak dan kesepakatan yang telah ditandatangani. Cari informasi apakah saat ini Anda masih berada dalam masa percobaan (probation). Pelajari pula konsekuensi apa yang harus Anda terima jika mengundurkan diri. Jika memang masa percobaan belum usai dan tidak ada konsekuensi besar, maka mengundurkan diri bisa menjadi pilihan. Namun ingatlah untuk selalu menjaga hubungan baik dengan mantan rekan kerja.

Ketika sudah memutuskan untuk mengundurkan diri, maka Anda harus melalui exit interview. Dalam proses ini jawablah setiap pertanyaan dengan jujur. Sampaikan masalah yang terjadi di ruang lingkup kerja secara profesional. Ini merupakan kesempatan untuk menyampaikan apa yang Anda rasakan selama bekerja di sana.

Penyebab kekecewaan pun beragam, termasuk metode kerja yang kurang profesional. Jika ternyata bagian personalia bermurah hati memberikan kesempatan untuk bertahan, cobalah untuk menawarkan solusi dari permasalahan Anda. Namun, jika memang permasalahan berasal dari rekan kerja atau atasan yang tidak kooperatif, maka lupakan saja pilihan ini.

Meskipun mudah, mengundurkan diri adalah langkah drastis yang memiliki konsekuensi. Usahakan untuk belajar dari pengalaman di tempat kerja sebelumnya. Sehingga ketika kelak direkrut oleh perusahaan lain, gali sedalam mungkin informasi yang dibutuhkan terkait pekerjaan itu. Jika perlu, ungkap gambaran kinerja perusahaan dari pekerja yang ada di sana.

Hal paling penting untuk dilakukan adalah mencari informasi tentang perusahaan sebelum wawancara berlangsung. Gunakan situs profesional, media sosial, atau tanyakan langsung kepada para pekerja perusahaan itu agar lompatan kali ini tak lagi berujung pada kekecewaan.

Sumber: smart-money.co

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau