Kilas

Gelar Pangan Murah di Manokwari Rutin Dilakukan

Kompas.com - 21/12/2017, 12:27 WIB

 
MANOKWARI, KOMPAS.com - Sebagai upaya pemerintah dalam melakukan stabilisasi harga pangan menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat menggelar pangan murah berkualitas  di lapangan Amban, Manokwari pada Rabu (20/12/2017). Acara ini digelar untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga  pada akhir tahun.

Dalam keterangannya, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat, Hippo menyatakan bahwa antisipasi stabilisasi harga pangan pokok dan strategis di Papua Barat sudah rutin dilakukan, terlebih menjelang hari besar keagamaan nasional Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

"Selain gelar pangan murah, kami juga melakukan pemantauan ke sentra-sentra pasar utama di Manokwari dengan dinas perdagangan, divre Bulog Manokwari, dit reskrimsus (satgas pangan), dan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat,"kata Hippo.

Dalam bazar ini, masyarakat sangat senang dan terbantu adanya bahan pangan pokok yang dijual dengan harga murah, yang dipasok dari berbagai pemasok, seperti Gapoktan pemasok Toko Tani Indonesia (TTI) di Manokwari, Divre Bulog, dan pemasok utama.

“Kami siap memasok berbagai bahan pangan yang dibutuhkan masyarakat seperti beras, gula, minyak goreng, bawang putih, dan lainnya” ungkap Kepala divre Bulog Manokwari, Muhammad Said.

Dalam gelar pangan murah ini  Beras medium dijual  Rp. 9.000/kg, minyak goreng  Rp 12.500/liter, tepung terigu 9.000/kg, gula Rp 12.500/kg, telur ayam lokal Rp 24.000/kg, bawang putih Rp 17.000/kg, dan berbagai sayuran lokal.

Menurut salah seorang pengunjung  Yanuyaki Anggori kehadiran bazar sangat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan bahan pangan, apalagi harganya murah. "Kalau bisa gelar pangan ini terus menerus dilakukan,” harapnya.

Pemerintah bersama Pemerintah Provinsi dan para pemangku kepentingan telah mengambil langkah-langkah strategis untuk  menjaga pasokan dan stabilitasi harga pangan,  agar kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi  dengan harga murah dan berkualitas.

"Gelar pangan murah,  menunjukkan  pemerintah hadir di masyarakat dalam mengendalikan harga pangan," pungkas Liek Irianti Kepala Bidang Harga Pangan, BKP Kementerian Pertanian.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau