Advertorial

Baleno Hatchback Kaya akan Fitur, Ignis Lebih Zaman Now

Kompas.com - 22/12/2017, 01:15 WIB

Gelaran Sunday Test Drive Otomotif Kompas.com yang diselenggarakan bersama PT Suzuki Indonesia Sales (SIS) pada Minggu (17/12/17) diThe Den of Kalaha, Kuningan, Jakarta Selatan kemarin meninggalkan berbagai kesan kepada para pesertanya. Kesan tersebut khususnya terhadap dua varian mobil teranyar Suzuki yang dijajal oleh peserta yaitu Ignis dan Baleno.

Dua produk dari Suzuki ini memang masih hangat-hangatnya diluncurkan di Indonesia beberapa bulan lalu. Sejak peluncuran, dua mobil ini sukses menarik perhatian karena keduanya sama-sama mengusung konsep baru.

Ignis yang diluncurkan dengan jargon “New Breed of Urban SUV”.Secara penampilan, Ignis juga berbeda dari mobil-mobil lain yang ada di kelasnya.

Sementara itu, Balenoterbaru ini merupakan reinkarnasi dari Baleno sedan yang sudah dikenal di Indonesia sejak 1996 silam. Reinkarnasi jenis hatchback dari sedan ini melahirkan sebuah kendaraan dengan ruang yang lebih lapang daripada kompetitor yang berada di kelasnya.

Seri terbaru dari Baleno ini juga dikenal sebagai mobil dengan harga di bawah Rp 200 juta namun memiliki segudang fitur. Mulai dari platform heartect, total effectivecontroltechnology (TECT) body, keylessentry, sampai fitur isofix.

-- -

Pilih Ignis atau Baleno?

Meskipun beda segmen, Ignis dan Baleno sebetulnya sama-sama masuk dalam kategori citycar. Tidak hanya itu, harga keduanya juga tidak terpaut terlalu jauh dan masih bisa didapatkan dengan kisaran harga di bawah Rp 200 juta. Namun keduanya memiliki keunikannya masing-masing yang menjadi daya tarik tersendiri.

Seperti Agung yang mengaku lebih memilih BalenoHatchback. Peserta yang datang dari Tanjung Priok itu berpendapat bahwa fitur-fitur yang disediakan Baleno akan berguna untuk kesehariannya yang mobile dengan kondisi jalanan ibukota. 

“Yang paling enak dari fitur-fiturnya untuk jalanan di Jakarta ini jelas dari (kontrol) setirnya. Semua sudah komplit.Sudah ada steeringkontrol audio, untuk koneksihandphone dengan bluetooth jadi bisa angkat telepon dari setir juga. Untuk orang yang mobilekayak gue sangat kepakelah.,” ujarnya.

Senada dengan Agung, Irfan yang juga merupakan seorang peserta lainnya juga berpendapat bahwa mobil ini memiliki banyak fitur. Terlebih lagi harganya yang di bawah Rp 200 juta membuat Balenoini layang dikatakan worthtobuy.

“Kalau losekedar cari mobil yang nyaman, aman, irit, dan enak dikendarai dengan harga dibawah Rp 200 juga, gue sarankan lo pilih ini. karena ini worthtobuy,” ucapnya.

Meskipun lebih memilih Baleno, baik Agung dan Irfan memberikan penilaian yang tidak kalah. Fiturnya sudah lumayan lengkap, khususnya untuk tipe tertinggi. Tampilan luarnya juga menarik.

“Kalau kata gue, nggak malu-maluin-lah buat kondangan,” tambah Agung.

Lain halnya Adi, peserta yang datang dari Bintaro ini mengaku lebih memilih Ignis. Kesan yang didapatkan Adi setelah melakukan testdriveIgnis dan Baleno, Adi menilai Ignis memiliki desain yang oke. “Lebih jaman now,” akunya.

Mengenai Baleno, Adi menilai bahwa mobil reinkarnasi sedan ini lebih dinamis. Namun Adi mengaku lebih suka Ignis karena desainnya lebih anak muda, lebih gaul, lebih futuristik, dan juga irit.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau