Advertorial

BCA Dukung Pemenuhan Hak-Hak Anak

Kompas.com - 22/12/2017, 23:07 WIB

“Apa yang dibutuhkan oleh anak-anak di seluruh dunia? Bagi saya yang dibutuhkan oleh anak-anak sedunia adalah kasih sayang, bermain, dan pendidikan. Kalau anak-anak mendapat ketiga hal itu, anak-anak merasa bahagia dan mendapatkan masa depan yang lebih baik.”

Hal tersebut diungkapkan U-Reporter Dimas Rizky Wijaya, siswa kelas 5 SDN Palmerah 09 di acara penyerahan donasi dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kepada UNICEF untuk mendukung peningkatan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini yang holistik dan integratif (PAUD HI) pada 20 November bertepatan dengan Peringati Hari Anak Sedunia.

“Bagaimana Pak Jahja setuju enggak sama saya?” tanya bocah yang memiliki cita-cita menjadi pemain sepak bola tersebut kepada Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja yang kontan disambut tawa para undangan hadir.

Seraya tersenyum dan merangkul Dimas, Jahja menjawab, “Kalau setuju jempolnya satu, kalau saya duatuju!”

Data UNICEF menyebutkan sejumlah faktor menghambat akses terhadap penghidupan yang layak bagi anak-anak.

Kondisi inilah yang mendorong keterlibatan aktif BCA dalam program PAUD HI yang diselenggarakan UNICEF.

Kali ini, bank berkode emiten BBCA ini menyerahkan donasi senilai Rp 850 juta untuk membiayai program PAUD HI di Papua. 

Jahja berharap agar anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dapat selalu didukung dalam menuntut ilmu dan dilindungi dari beragam tindak kekerasan. Sehingga dapat meraih cita-citanya untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

"Donasi UNICEF ini sangatlah esensial dalam membantu mewujudkan anak Indonesia yang sehat, cerdas, dan ceria," kata Jahja.

Hal yang penting bagi anak-anak, sambung Jahja, mereka bisa menikmati kasih sayang, tidak terbelenggu dalam suasana kekerasan, dan menikmati pendidikan.

“Pendidikan itu bukan sekadar diajar oleh guru, tapi juga butuh alat peraga, tempat yang nyaman, itu semua harus ada dana. Sebab itu kita berinisiatif mempercayakan kepada UNICEF untuk mereka mencari lokasi-lokasi yang dibutuhkan kita tinggal menyalurkan santunan,” imbuh pria pecinta batik itu.

Chief of Private Partnerships and Fundraising UNICEF Indonesia Gregor Henneka menyampaikan apresiasinya atas konsistensi komitmen BCA untuk anak-anak. Menurutnya, dibutuhkan sebuah desa untuk membesarkan seorang anak dan semua orang harus berpartisipasi untuk memastikan setiap anak tumbuh sehat dan memiliki kehidupan terbaik.

"Saya merasa terharu donasi tersebut diserahkan bertepatan dengan perayaan World Childrens Day, suatu hari dimana kita merayakan hak-hak anak di seluruh dunia. Hari dimana kita mengedepankan anak-anak, mendengarkan isi hati mereka, dan memperbarui janji kita untuk menjadikan anak-anak sebagai pusat dari setiap keputusan yang kita ambil dan setiap kebijakan yang kita buat," ujarnya.

Jahja menambahkan, sebelumnya BCA juga telah memberikan donasi senilai Rp 850 juta untuk UNICEF pada program PAUD HI periode 2016-2017.

Program PAUD HI ini melanjutkan program di dua kabupaten yakni Sorong dan Raja Ampat. Di targetkan donasi tersebut dapat membantu anak mendapatkan akses layanan PAUD HI, orang tua dan atau pengasuh memperoleh pengetahuan yang menyeluruh mengenai pengembangan anak usia dini yang holistik integratif dan dapat mengaplikasikan pengetahuan tersebut pada pola pengasuhan anak sehari-hari.

Selain itu untuk mendukung relawan kesehatan masyarakat, guru PAUD dan pegawai pemerintahan dari berbagai sektor dinas mendapatkan pelatihan mengenai PAUD HI. 

Menurut Jahja, BCA telah menjadi partner UNICEF Indonesia selama lebih dari 17 tahun. "Kami berterima kasih kepada UNICEF Indonesia telah memberikan kesempatan bagi BCA untuk berpartisipasi dalam membawa perubahan yang positif di sekolah-sekolah dan dalam memastikan keamanan dan kesejahteraan anak-anak di Indonesia. Mari terus bersatu untuk masa depan anak-anak dan bangsa Indonesia yang lebih baik," pungkas Jahja.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau