Advertorial

Cara Cerdas George Lucas Cetak Uang dari Star Wars

Kompas.com - 28/12/2017, 20:00 WIB

Sempat diprediksi jadi film gagal, kenyataannya film pertama Star Wars (1977) malah menjadi salah satu film paling sukses sepanjang masa. Bahkan Star Wars akan menjadi waralaba yang tak akan pernah mati.

Awalnya, banyak studio tak menganggap serius film fiksi ilmiah, dan menolak ide cerita Star Wars. Namun, George Lucas malah berhasil mendapat dukungan dari studio 20th Century Fox untuk menggarap film Star Wars pertama berjudul “A New Hope”.

A New Hope” rilis pada 25 Mei 1977 dan menjadi film Star Wars pertama yang mencetak 775,4 juta dollar AS di seluruh dunia. Tapi, bukan angka ini yang benar-benar membuat George Lucas menjadi miliarder. George Lucas menolak bayaran sebagai sutradara Star Wars sebesar 500 ribu dollar AS dari Century Fox. Gantinya, Lucas meminta hak cipta sekuel film dan hak cipta atas penjualan merchandise Star Wars.

Karena yakin Star Wars akan gagal, 20th Century Fox mengabulkan permintaan George Lucas. Sebuah keputusan yang buruk bagi 20th Century Fox namun keputusan cerdas bagi George Lucas.

Pada 1978, sekitar 40 juta karakter Star Wars berhasil terjual lebih dari 100 juta dollar AS. Lalu pada 2011, meski tak ada film Star Wars baru, mainan Star Wars berhasil terjual lebih dari 3 miliar dollar AS. Puncaknya pada 2012, Disney membeli Lucasfilm seharga 4,05 miliar dollar AS. Hal itu menempatkan Geroge Lucas menjadi salah satu orang terkaya di dunia hiburan dengan kekayaan mencapai 5,3 milliar dollar AS.

Sumber: smart-money.co

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau