Kilas

Tiga Syarat Pengganti Abdullah Azwar Anas

Kompas.com - 09/01/2018, 12:53 WIB
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat melayani wawancara dari sejumlah wartawan, Senin (8/1/2018). Arsip Humas Pemkab BanyuwangiBupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat melayani wawancara dari sejumlah wartawan, Senin (8/1/2018).


SURABAYA, KOMPAS.com - Diserang foto-foto panas mirip dirinya beberapa hari jelang pendaftaran, Abdullah Azwar Anas memilih mengembalikan mandat kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sebagai cawagub Jatim pendamping Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Pilkada Jatim. Lalu siapa pengganti posisi Bupati Banyuwangi itu sebagai cawagub pendamping Gus Ipul?

Gus Ipul mengaku sedang membicarakan calon pengganti Azwar Anas dengan partai pengusung, yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PDI-P. "Syarat utama tentunya punya popularitas, elektabilitas, serta punya banyak pengalaman," katanya, Senin (8/1/2018).

Sayangnya dia enggan menyebut nama-nama yang sudah diusulkan oleh partai pengusung kepadanya. "Belum ada nama, hanya komunikasi informal saja," terang Wakil Gubernur Jatim ini.

Sementara itu, sejumlah nama beberapa hari terakhir mengemuka sebagai cawagub yang akan disandingkan dengan Gus Ipul. Selain nama Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, juga ada nama Bupati Ponorogo, Ipong Muchlisoni, hingga Bupati Ngawi, Budi Sulistyono alias Kanang, dan Puti Guntut Soekarnoputri, putri Guntur Soekarnoputri.

Jika Risma dengan tegas menolak maju menjadi Cawagub Jatim pendamping Gus Ipul, Ipong justru mengaku sedang menunggu pinangan Gus Ipul dan partai pengusung. "Jika itu memang dianggap lebih baik, saya siap mendampingi Gus Ipul. Saya waktu di PKB dulu juga dekat dengan Gus Ipul," terangnya, Minggu malam (7/1/2018) di Surabaya.

Mantan politisi PKB itu bahkan mengaku sudah menyiapkan program pembangunan untuk provinsi Jatim, yang dianggapnya sukses diterapkan di Ponorogo.

Selain dari kalangan nasionalis, pendamping Gus Ipul idealnya juga lebih muda, karena generasi yang lebih muda akan berdampak pada pemilih milenial yang jumlahnya cukup besar di Jatim.

Sementara itu, peta politik bergerak lebih dinamis semenjak kabar mundurnya Azwar Anas dari arena Pilkada Jatim. Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tergabung dalam koalisi poros tengah Pilkada Jatim dikabarkan mendekati Gus Ipul untuk menawarkan koalisi.

Hal itu dibenarkan Ketua DPW Partai Gerindra Jatim, Soepriyatno, Minggu (7/1/2018). Menurutnya, koalisi poros tengah mencoba membuka komunikasi dengan Gus Ipul dengan membawa beberapa nama cawagub pengganti Azwar Anas.

"Kita mau dukung, tapi siapa dulu wakilnya. Kita tidak mau mendukung tapi akhirnya dibusukin, karena kita orientasinya menang," ucap anggota fraksi Gerindra DPR RI ini.

Pada pilkada kali ini, Gus Ipul akan melawan seteru lamanya, yakni Khofifah Indar Parawansah yang menggandeng Emil Elistyanto Dardak (Bupati Trenggalek) yang diusung Partai Demokrat, Golkar, Hanura, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). (KONTRIBUTOR JAWA TIMUR/ACHMAD FAIZAL)