Kilas

Wali Kota Semarang Minta OPD Tancap Gas

Kompas.com - 10/01/2018, 19:27 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Mengawali 2018, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi melakukan gerak cepat bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam melaksanakan program-program pembangunan di Kota Semarang.  Langkah serius ini dibuktikan pria yang karib disapa Hendi dengan menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) murni tahun 2018 kepada 51 OPD dan 7 penerima hibah di lingkungan Pemerintah Kota Semarang dengan melakukan penandatanganan pakta integritas.

"Saya ingin tegaskan, kawan-kawan di lingkungan Pemerintah Semarang bahwa penandatanganan pakta integritas dan penyerahan DPA murni ini bukan hanya seremonial belaka," kata Hendrar.

Hendrar menekankan bahwa yang terpenting konsekuensi penandatanganan pakta integritas. "Hal itu bukan sekadar coretan tanda tangan namun lebih merupakan wujud janji panjenengan yang harus dipertanggungjawabkan bukan kepada saya, bukan kepada Mbak Ita (Wakil Wali Kota), namun kepada masyarakat dan terlebih kepada Allah SWT," tegas Wali Kota Hendi saat memberikan pengarahan kepada para pejabat OPD Pemerintah Kota Semarang di Gedung Lokakrida lantai 8, Selasa (10/1/2018).

Wali Kota Hendi meminta penandatanganan pakta integritas ini merupakan bentuk sebuah janji dari para pimpinan OPD untuk menepatinya dan dipertanggungjawabkan dalam bentuk pencapaian kerja yang maksimal dan tepat pada waktunya.

“Tanamkan dalam diri anda bahwa aku wes (saya sudah) tanda tangan pakta integritas, itu artinya aku punya janji sing kudu (yang harus) ditepati,” lanjutnya.

"Saya mencatat dibanding tahun kemarin, penyerahan DPA tahun ini lebih awal meski hanya dua hari. Persamaannya bagus, selalu di awal tahun. Meski demikian, ada satu fenomena yang sudah menjadi budaya di mana gerak cepat yang diawali dengan penyerahan DPA seringkali tidak diimbangi gerak cepat dalam proses kegiatan dan penyerapan anggaran,” pintanya.

Jangan tunda pekerjaan

Selanjutnya, Wali Kota Hendi menyatakan jika dirinya sangat tidak menyukai budaya menunda-nunda pekerjaan, baik dalam bentuk kegiatan maupun proyek pembangunan. Apalagi, APBD yang dikucurkan oleh Pemerintah Kota Semarang pada tahun 2018 ini nilainya lebih besar dibanding dengan APBD tahun lalu. Paling tidak baginya, jika APBD tahun ini lebih besar maka semangat kerja para OPD harus lebih meningkat.

 “Kegiatan lelang misalnya, yang nilai kontraknya besar-besar tidak segera dilakukan di awal tahun, sehingga terjadi proyek pembangunan tidak selesai. Saya tidak ingin budaya ngende-ende atau ngulur ulur  pekerjaan masih dilakukan di tahun ini. Tahun ini APBD kita sebesar Rp 5,17 triliun sementara tahun 2017 kemarin Rp 4,75 triliun. Logikanya, kenaikan anggaran ini juga harus diimbangi dengan peningkatan kinerja,” katanya.

Wali Kota Hendi pun mengingatkan kembali jika kinerja PNS Pemerintah Kota Semarang yang tersebar di 51 OPD dan 7 penerima hibah itu jangan sampai ibarat cerita kelinci yang kalah lari dengan seekor kura-kura. Kura-kura memenangkan lomba lari itu hanya karena sang kelinci mengulur-ulur waktu dan sadar dengan kekalahanya saat kura kura yang pertama kali masuk garis finish.

“Namun karena tidak menghargai waktu, kelinci pun baru sadar di saat waktu sudah mepet dan tidak bisa selesai sampai finish karena waktunya habis. Sementara kura-kura yang meski perlahan-lahan namun benar-benar memanfaatkan waktu sehingga berhasil mencapai garis finish.  Inilah gambarannya, manfaatkan waktu semaksimal mungkin mumpung ini di awal-awal tahun anggaran,” jelasnya.

Wali Kota Hendi mengharapkan, dengan kinerja Pemerintah Kota Semarang di tahun 2017 lalu meraih puluhan penghargaan menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik. Sehingga, kinerja di tahun 2018 menjadi lebih baik lagi.

“Lakukan komunikasi, jangan lagi ada yang namanya ego sektoral. Saya tidak ingin di tim Pemerintah Kota Semarang ada yang merasa lebih hebat dari yang lain. Tahun 2017 telah kita lalui dengan catatan luar biasa. Indikatornya dapat kita lihat dengan diraihnya puluhan penghargaan baik tingkat provinsi, nasional maupun internasional. Ini menunjukkan kinerja kita sudah on the right track. Saya ingin capaian positif kita di tahun 2017 kemarin menjadi motivasi kawan-kawan, bagaimana caranya mempertahankan dan meningkatkan performa kinerja di tahun 2018,” pungkas Wali Kota Hendi.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau