Kilas

Sebentar Lagi, BKB Jadi Destinasi Wisata Air Kota Semarang

Kompas.com - 23/01/2018, 18:05 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com -  Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan dalam membangun sebuah kota diperlukan sikap saling percaya dan keyakinan yang penuh dari seluruh elemen masyarakat. "Dulu waktu kita bicara mau mengubah Kota Semarang menjadi kota wisata, banyak pihak meragukan, toh akhirnya tahun 2016 Kota Semarang berhasil ada di peringkat ke-5 terbaik dalam Indek Pariwisata Indonesia, intinya adalah yakin," tutur orang nomor satu kota lumpia tersebut saat melalukan dialog dengan Warga Kelurahan Bulustalan, Semarang Selatan, Kota Semarang, Selasa (23/1/2018).

“Jadi kalau saat ini di Kelurahan Bulustalan kita bangun Kampung Tematik Aneka Upakarya, jangan dipertanyakan lagi apa iya ya bisa, panjenengan harus yakin kalau Kelurahan Bulustalan ini bisa berkembang," lanjut sosok yang juga akrab disapa Hendi ini.

"Karena kalau panjenengan yakin, maka untuk bergerak bersama mengembangkan wilayah ini jadi lebih mudah," katanya.

Dalam kesempatan itu, Hendi juga menegaskan akan terus memberikan dukungan kepada wilayah Bulustalan untuk menjadi sebuah kawasan wisata yang menarik minat masyarakat luar untuk berkunjung.

Dukungan yang akan dilakukan Hendi tersebut antara lain adalah dengan mempercantik kawasan Banjir Kanal Barat (BKB) yang berkaitan dengan wilayah Kelurahan Bulustalan. Adapun anggaran yang disiapkan untuk mempercantik Banjir Kanal Barat pada 2018 adalah sebesar Rp 17 miliar.

Selain itu, Hendi pun menegaskan akan semakin membuka aksesbilitas di Kelurahan Bulustalan dengan upaya peningkatan Jalan Basudewo, yang akan segera dilelangkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang.

Terkait mempercantik Banjir Kanal Barat, Hendi menegaskan telah menemukan solusi tentang permasalahan kedangkalan sungai yang menghambat pengembangan wisata. “Di muara sungai BKB akan dibangun Bendung Karet selama 2 tahun anggaran. Tahun 2018 dari sisi Madukoro dan tahun 2019 dari Krokosono. Berfungsi untuk membuat ketinggian langsam. Jadi misalnya didepan Basudewo ingin ketinggian airnya 3 meter itu bisa diatur dari muara," urai Hendi.

“Dan Insya Allah kalau itu sudah jadi, Desember 2019 kita akan memiliki sungai yang bisa dimanfaatkan untuk pariwisata, seperti untuk kano, perahu, dan wisata air lainnya,” imbuhnya.

Senanda dengan Hendi, Ketua LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan) Bulustalan, Supardiman mendukung upaya Hendi untuk mengembangkan Bulustalan menjadi kawasan wisata. Supardiman bahkan menyampaikan telah berencana bersama masyarakat setempat untuk membuat pasarwWisata yang dilengkapi beberapa sarana bermain anak. “Kami mempunyai keinginan bersama teman-teman warga Bulustalan untuk setiap Minggu menyelenggarakan PAsar Wisata dengan model semi permanen bongkar pasang,” tegas Supardiman.

Hendi pun mengapresiasi rencana Supardiman tersebut. Menurut Hendi gagasan tersebut dapat direalisasikan asal tidak menganggu arus lalu lintas. “Nanti Kepala Dinas Perhubungan akan bantu memantau kondisi lalu lintas hari Minggu, dan kalau pantauannya positif, segera realisasikan,” dukung Hendi kepada Supardiman. (Humas Pemkot Semarang)

 

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau