Kilas

Pesan Gus Ipul untuk Guru TK dan PAUD

Kompas.com - 27/01/2018, 18:19 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) minta seluruh guru sekolah Taman Kanak-Kanak atau TK dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menyebarkan semangat hidup sehat sejak dini kepada siswa-siswi didiknya. 

Permintaan itu disampaikannya saat membuka Pelatihan Senam Irama Gembira Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) di Hall Zaitun Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Sabtu (27/1/2018).

Gus Ipul mengatakan, pentingnya membiasakan hidup sehat sejak dini karena tren penyakit era sekarang berbeda dengan era dulu. “Jika dulu penyakit yang menyebabkan kematian itu disebabkan penyakit menular, seperti malaria, atau paru-paru. Tapi sekarang, malah penyakit yang tidak menular” katanya.

Penyakit tidak menular seperti diabetes, stroke, dan kanker, lanjut Gus Ipul, cenderung menjadi penyebab kematian di era sekarang. “Karena itu, saya meminta seluruh guru TK dan PAUD untuk menyebarkan semangat hidup sehat kepada siswa-siswi didiknya sejak dini” lanjutnya.

Semangat hidup sehat, ujar pria yang gemar menikmati citarasa kopi nusantara ini, dapat dilakukan dengan menjaga pola makan, seperti rutin mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan. “Konsumsilah sayur-sayuran dan buah-buahan lokal, karena lebih bagus dan bergizi,” ujarnya.

Selain gemar mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan, anak-anak juga harus membiasakan diri untuk rutin olahraga setiap hari. “Jadi saya menyambut baik pelatihan senam irama gembira ini, mari kita ajak anak-anak didik kita untuk senang berolahraga” katanya.

Dalam kesempatan ini, Gus Ipul juga memuji semangat seluruh guru TK dan PAUD. Pasalnya, meski di beberapa aspek terdapat keterbatasan,  semangat mereka untuk membina murid-muridnya tetap luar biasa. Ini karena kesadaran para guru bahwa mereka adalah penentu generasi masa depan bangsa.

“Guru TK dan PAUD adalah guru yang mendidik fondasi karakter generasi penerus bangsa. Sebab perkembangan karakter anak-anak yang pertama adalah di usia 0-8 tahun. Pendidikan karakter adalah paham mana yang benar dan salah, baik dan buruk. Di tingkat PAUD dan TK lah anak-anak diajarkan seperti itu” katanya.

Melihat fakta tersebut, Gus Ipul berkomitmen untuk terus memperjuangkan dunia pendidikan TK dan PAUD agar semakin maju. “50 persen keberhasilan proses pendidikan ditentukan gurunya, jadi jika kita ingin majukan pendidikan, kita harus meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru” pungkasnya.

Ketua panitia, Anna, mengatakan, pelatihan senam irama gembira ini diikuti oleh 1.200 guru TK dan kepala TK dari 35 kabupaten/kota di Jatim yang tergabung dalam IGTKI Jatim. Karena keterbatasan lokasi, pelatihan ini dibagi dalam dua sesi, yakni sesi pagi dan siang.

"Terima kasih kepada bapak wagub yang sudah memfasilitasi acara ini, dan meningkatkan kualitas profesionalitas serta kesejahteraan para guru” katanya. (KONTRIBUTOR JAWA TIMUR/ACHMAD FAIZAL)

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau