Kilas

Wali Kota Semarang Beri Bantuan Empat Bus Sekolah

Kompas.com - 02/02/2018, 13:37 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com -  Setelah sebelumnya menggratiskan biaya sekolah bagi siswa SD hingga SMP negeri, kali ini, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, memberikan bantuan sarana transportasi berupa bus sekolah. Bantuan tersebut diberikan Hendi saat memberikan motivasi kepada siswa-siswi SMP Negeri 43 Kelurahan Bangetayu Kulon Kecamatan Genuk, Kamis (1/2/2018).

Tercatat ada empat bus sekolah yang diberikan pria yang karib disapa Hendi. Dana pengadaan bus-bus itu berasal dari anggaran murni Pemerintah Kota Semarang tahun 2018.

Rencananya bus-bus sekolah itu disediakan bagi siswa-siswi SMP Negeri 43, SMPN 31, SMPN 23, SMPN 17, dan sekolah-sekolah yang berlokasi di dekat keempat SMP tersebut.

Lebih lanjut, Hendrar Prihadi menjelaskan tujuan pemberian bus-bus tersebut  untuk memudahkan siswa-siswi di daerah pinggiran Kota Semarang untuk bersekolah. Pasalnya, sering kali mereka kesulitan memperoleh alat transportasi untuk menuju ke sekolah.

“Kami coba bantu untuk sekolah-sekolah yang letaknya di pinggiran kota Semarang. Dengan harapan supaya tidak ada kendala adik-adik ini dalam bersekolah sehingga akan terasa nyaman. Dan tidak ada alasan lagi tidak masuk sekolah karena tidak ada yang mengantar atau tidak ada transportasi sekolah,” kata Hendrar.

Hendi juga menjelaskan bahwa nantinya bus-bus ini akan dikelola oleh pihak sekolah secara mandiri. Tugas pengelolaan bus untuk menyisir sampai batas transportasi umum terdekat dari sekolah setiap pagi dan siangnya jam tiga mereka mengembalikan siswa-siswi ke lokasi terdekat dengan transportasi secara gratis.

“Moda transportasi ini akan kami kembangkan secara bertahap ke sekolah-sekolah sampai tidak ada persoalan mengenai transportasi siswa untuk berangkat sekolah,” ujarnya.

BRT Trans Semarang Pelajar

Tidak hanya menyediakan bus-bus sekolah bagi siswa-siswi di pinggiran Kota Semarang saja, Wali Kota Hendi pun akan segera meluncurkan sarana transportasi khusus untuk pelajar yaitu BRT Trans Semarang Pelajar.

Jika menggunakan BRT Trans Semarang Umum saat ini, siswa-siswi atau pelajar sekolah dikenai tarif sebesar Rp 1.000. Namun begitu, saat memanfaatkan BRT Trans Semarang Pelajar yang pengajuannya sudah disampaikan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pelajar akan dibebaskan biaya alias gratis.

“Tahun ini kita akan dapat juga bantuan bus sekolah dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub). Namun, metoden pengelolaan bukan dikelola oleh sekolah. Tapi, dikelola oleh Dinas Perhubungan untuk dijadikan sebuah koridor BRT Trans Semarang Pelajar yang nanti rutenya menghubungkan antar-sekolah di Kota Semarang,” ucapnya.

Hendrar menambahkan, ia berencana  mencari bantuan ke pemerintah pusat berupa 20 bus untuk menghubungkan sekolah satu dengan lainnya dalam suatu koridor. (Humas Pemkot Semarang)

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau