Kilas

Demi Tekan Inflasi, Pasar Murah Digelar di Semarang

Kompas.com - 02/02/2018, 20:29 WIB

SEMARANG, KOMPAS.COM - Dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah disebutkan bahwa pada bulan Januari 2018 telah terjadi inflasi sebesar 0,88 persen di Provinsi Jawa Tengah. Angka inflasi tersebut lebih tinggi dari tingkat inflasi nasional yang sebesar 0,62 persen.

Adapun empat kota yang tercatat sebagai penyumbang inflasi tertinggi di Jawa Tengah yakni Cilacap dengan inflasi sebesar 1,33 persen. Kota ini disusul Purwokerto sebesar 1,29 persen, kemudian Tegal 1,15 persen, dan Kudus 1 persen.

Sedangkan ibu Kota Provinsi Jawa Tengah,  Kota Semarang, meskipun tidak termasuk dalam daftar daerah penyumbangan inflasi terbesar, juga tetap menjadi perhatian penting karena mencatatkan angka inflasi yang cukup besar, yaitu sebesar 0,81 persen, di bawah inflasi Provinsi Jawa Tengah.

Terkait hal itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi bergerak cepat bersama berbagai elemen masyarakat melakukan upaya untuk menekan inflasi yang terjadi di Provinsi Jawa Tengah, di Kota Semarang.

Salah satu upayanya adalah dengan menggelar pasar murah di dua kecamatan Kota Semarang, bekerja sama dengan PKK Kota Semarang, serta anggota DPR RI, Juliari Batubara, Jumat (2/2/2018). Tak kurang dari  empat ton beras dijual kepada warga di Kecamatan Semarang dan Kecamatan Tembalang dengan harga murah.

Pasar murah tersebut, menurut wali kota yang juga akrab disapa Hendi itu dinilai akan efektif untuk menekan inflasi. Alasannya, dalam catatan BPS Jawa Tengah, kenaikan harga beras andilnya cukup besar terhadap inflasi. "Saya mencatat, bahwa Inflasi pada bulan Januari ini terjadi karena adanya kenaikan indeks semua kelompok pengeluaran, terutama pada kelompok bahan makanan," jelas Hendi.

"Maka dari itu hari ini kami fokus untuk menekan kenaikan harga bahan makanan tersebut dengan pasar murah, tapi bukan berarti yang lainnya kami kesampingkan. Untuk menekan kenaikan indeks kelompok pengeluaran yang lain seperti kesehatan, pendidikan, transportasi, dan seterusnya, kami akan memaksimalkan layanan fasilitas serba gratis yang sudah ada di Kota Semarang, seperti sekolah gratis, berobat gratis, hingga bus sekali bayar," kata Hendi menegaskan.

Lantas, anggota DPR RI, Juliari Batubara menegaskan bahwa kenaikan harga sembako harus menjadi perhatian penting. "Saya mencermati, bahwa ada sedikit kenaikan harga-harga sembako, terutama harga beras, maka dari itu saya diskusi dengan Mas Hendi dan Mbak Tia bahwa harus diselenggarakan pasar murah", tutur Juliari.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi menjelaskan, bahwa dalam pasar murah tersebut ada seribu kupon yang dibagikan kepada masyarakat.  Tiap kupan dapat ditukarkan dengan paket murah seharga Rp 50.000. "Setiap paketnya berisi 4 kg beras, 1 kg gula pasir, 1 liter minyak goreng, 4 bungkus mie instant, dan 1 kotak teh," demikian Krisseptiana (Humas Pemkot Semarang).

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau